Gasal di Not Balok

Eko Ragil Ar-Rahman (Linggar Menara)
Karya Eko Ragil Ar-Rahman (Linggar Menara) Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 09 Februari 2016
Gasal

Gasal


"Apa arti sebuah ikatan, jika mereka hanya kenangan yang berlalu bersama angin?" kumpulan cerita tentang perjalanan mencari arti sebuah ikatan. antara Manusia, Tuhan, kematian. Selamat Membaca

Kategori Acak

714 Hak Cipta Terlindungi
Gasal di Not Balok

Gasal di Not Balok

?

Tempo

Kau tahu, Ya Raman.

Di antara semua musim, musim hujan adalah yang kufavoritkan. Setiap hujan datang, jutaan titik-titik kecil air akan turun ke tanah. Membasahi jalanan, menyegarkan pepohonan, mengeluarkan aroma yang selalu di rindukan, sampai kemacetan terjadi dimana-mana dan ribuan manusia berebut tempat berteduh.

??????????? Kadang aku merasa aneh, Ya Raman. Kenapa hujan selalu terlihat menarik jika dipandang dari jendela? Oh iya, pelan-pelan aku yakin. Bahwa situasi abu-abu seperti ini dan aromanya yang menyegarkan pikiran akan sesuai dengan tumpukan buku yang siap kulahap ini. Setidaknya, pena yang tabah dan buku tua ini dapat menenangkan kepalaku semenjak Pentas seni beberapa minggu lewat. Tidak hanya Novel atau buku teori yang biasa buat mumet kepala, buku cerita anak-anak pun tidak lepas dari nafsu membacaku yang uring-uringan. Buku cerita anak-anak? Boleh juga, tapi apa hubungannya dengan hujan?

?

Koma

??????????? ?Mulai lagi kebiasaanmu, suka menghilang tanpa sebab,? aku menabrakkan tanganku ke punggungnya.

??????????? Dia lantas menabrakkan telunjuk ke bibir, dengan tatapan sungut siap menyudutku. Sedang aku hanya bisa nyengir. Langit di luar masih abu-abu. Cuaca begitu gigil, ditambah dering AC yang degil. Namun, dadaku begitu panas bara, padahal aku tidak sedang di dapur. Mungkin, tubuh sendiri punya inisiatif untuk membuat kita tidak kedinginan. Seperti waktu kita mengunyah es krim bulat-bulat.

??????????? ?Banyak juga buku yang kau bawa,? mataku menyusuri meja, melihat buku yang baru saja dia bedah.

??????????? ?Referensi untuk musik baru yang kubuat,? jawabnya.

??????????? Mata cokelatku memandangi score nya yang masih setengah jadi. Alis menekuk serapat segitiga siku-siku. Sepertinya, ada yang aneh di dalamnya.

??????????? ?Kenapa koma semua?? tanyaku.

??????????? ?Koma??

??????????? ?Iya, setiap baris hanya koma semua. Tidak ada not balok yang kulihat. Temponya juga kurang jelas,? memang, orang atletis sepertiku sedikit paham soal musik.

??????????? ?Namanya juga dibuat ulang, kemarin kau sudah dengar separuh dan katanya kurang suka,? tukasnya. Lalu menunjukkan score lama dan buku cerita anak-anak yang dia pinjam untuk referensinya.

??????????? Aku menaikkan alis.

??????????? Memang, Aku tidak paham bagaimana dia bisa merangkai not. aku mengenalnya pertama dari kebiasaannya membaca. Karena katanya, setiap cerita punya nada sendiri. Dan aku rasa, dia ingin mencuri sedikit nada itu, dan mengubahnya jadi miliknya sendiri. Seperti kisah Cinderella dengan sepatu kaca dan aturan jam 12 malam, atau cerita putri duyung yang rela kehilangan suaranya demi sepasang kaki. Warna cerita itu yang ingin dia tangkap.

??????????? ?Datang saja ke rumahku nanti malam, Riki. Score ini hampir selesai,? serunya.

??????????? ?Tapi, aku?? dia sudah menembus hujan sebelum aku selesai berbicara.

??????????? Kelihatannya, wajah langit sedikit merona hari ini. Kalau aku tidak salah, setelah hujan lebat siang hari, tidak ada hujan malam hari. Dan bintang-bintang akan melambaikan tangannya ke bumi. Aku pun memacu motor menyusuri jalan, tidak peduli genangan becek membasahi sepatu, atau dingin yang bisa membuatku demam seminggu. Aku bayangkan, di rumah sudah ada teh hangat dan sepiring pisang goreng buatan ibu. Pasti mengenyangkan dan menyenangkan. Aku tidak sabar untuk mendengar score yang dia selesaikan. Dan setelah itu, membicarakan sesuatu padanya

Sesuatu yang kupikir lebih abu-abu dari mendung.

?

Tempo

Ya Raman,

Bulan sudah tersenyum manis padaku, bintang-bintang juga berkerlip mungil di atas kepalaku. Dedaunan bersibakan, seperti lembaran buku yang halamannya terbang dimainkan angin.

??????????? Tidak biasanya, Riki datang terlambat seperti ini. Yang kutahu, Riki adalah orang yang anti dengan namanya jam karet. Paling tidak, 5 atau 10 menit dia sudah bertengger manis di depan rumah. Aku tidak sabar, untuk memamerkan score ini padanya.

??????????? ?Balada!?? katanya saat aku memainkan separuh bagian dalam score itu dengan biolaku.

?Tidak adakah pilihan lagu lain selain Balada? Kau itu, sudah terlalu akrab dengan Balada. Hujan, angin sepoi-sepoi, drama Romeo Juliet, Swan Lake, lagu-lagu slow caf?, semuanya itu kebanyakan balada,? sekarang, dia sedikit kacau. Nada bicaranya mengambang.

??????????? ?Tapi, ini Balada yang berbeda, Riki!? seruku

??????????? Memang, aku cenderung orang yang memuja kesedihan. menurutku, kesedihan punya sisi mistik tersendiri. Entah kenapa, setiap mahluk yang bersedih akan merasa bahagia setelah mengeluarkan kesedihannya. Itu membuatku penasaran. Tidak ada hujan, angin, ataupun drama Romeo Juliet, Yang ada hanyalah balada. Balada yang unik, yang kutoreh dengan pena, kuhias dengan bendera sendiri, tanpa bantuan hujan atau angin. Aku masih menunggu Riki.

?

Koma

Aku harap, Gasal tidak marah dengan keterlambatanku. Ada sedikit kendala selama perjalanan ke rumahnya. Sebelum dari perpustakaan, pelatih Taekwondo memintaku datang dan mengajakku bergabung dalam turnamen. Tentu saja, kabar baik yang akan diterima mentah-mentah oleh Gasal. Namun, dimana kabar baik pasti ada hal tidak menyenangkan. Terjebak macet parah gara-gara pengendara motor keluar dari persembunyian setelah hujan, belum lagi bulan yang mengempis di permukaan. Eh, maksudnya? ban Motor.

??????????? Sebelum di perpustakaan, Gasal pernah cerita tentang kualifikasi perlombaan Biola untuk mencari delegasi yang akan diterbangkan ke Wina untuk Recital besar. Matanya membulat besar setiap menceritakannya pada kami, sebab itulah, dia selalu menghilang kemana-mana setiap kami ajak ngopi di caf?, dia selalu menyibukkan diri dengan buku dan pena di perpustakaan, menyiapkan score terbaik untuk kami. Maksudnya, kualifikasi itu.

??????????? Anehnya, kenapa harus Balada?

??????????? ?Aku mau melodi lain,? gerutuku.

??????????? ?Melodi lain? Concerto?? tanyanya polos. Seperti anak usia 5 tahun menanyakan apa ini apa itu, dan segala macam.

??????????? Entah kenapa, aku dan Gasal suka berdebat alot perihal masalah sepele. Salah satunya melodi hari itu. Aku rasa, selera melodi kami memiliki persimpangan yang dalam meski kami ini sudah berteman baik. Setiap ditanya kenapa olehnya, aku harus selalu pandai-pandai mencari alasan yang logis untuknya. Tapi, yang kutahu, Gasal itu cawan bocor. Apapun yang sudah dia tuangkan, pasti akan lupa setelahnya. Dan dia perlu diingatkan lagi agar cawan itu tetap terisi. Pokoknya, jika dalam urusan berdebat, akan susah susah gampang jika lawan debatnya adalah Gasal sendiri.

??????????? ?Bagaimana jika nadanya lebih cepat, aku suka dengan hal berbau cepat,? kataku sebelum kepala ini benar-benar pecah.

??????????? ?Aku tidak suka melodi cepat. Susah kukejar,? jawabnya dengan nada datar.

??????????? Kepalaku makin menjadi, seperti bom waktu yang siap meledak kapan saja.

??????????? ?Baiklah, bagaimana kalau diselaraskan,? kataku sebelum benar-benar meledak.

??????????? ?Ingat Fur Alice Beethoven? Nadanya seperti sungai, mengalir??

??????????? ?Juga terulir seperti pesisir, boleh?? potongnya.

??????????? Akhirnya! Lama-lama, justru aku yang akan menangis nanti.

?

Tempo

Semilir angin mengalir semakin dingin. Derunya seperti penari kecil yang berlarian dari satu rumah ke rumah lain, dari satu jendela ke jendela lain, dari satu hati ke hati yang lain. Ya Raman, untuk menghilangkan bosan karena menunggu, sesekali aku coba membayangkan siapa yang meniup angin sebanyak itu. Mungkin, di ujung dunia ada seorang laki-laki yang membawa kantong kulit besar berisi angin dan meniupkannya ke penjuru bumi. Atau, angin itu datang dari melodi seseorang. Mungkin, aku bisa membuat anginku sendiri dalam torehan pena di score yang kosong.

??????????? ?Kau tahu, aku bertemu seseorang belakangan ini, Gasal. Seindah bulan?? kata Riki padaku setelah dia memuji musikku yang jauh lebih baik.

??????????? Ada seseorang yang dia bicarakan.

??????????? ?Namanya Maya. Kami hanya bertatapan singkat, tidak lebih dari 5 menit. Tapi kau tahu, Gasal. Rasanya itu kurang puas. Sepertinya, aku sudah dibasahi wabah cinta!?

??????????? Ya Raman,

??????????? Riki cerita denganku, awal dia bertemu gadis itu saat kegiatan Taekwondo nya. Ketika dia dipilih oleh pelatihnya untuk ikut berlomba dalam olimpiade. Tentu saja, sebagai teman aku pasti akan melaju di baris depan menyemangatinya dalam turnamen itu. Eh, kembali ke cerita awal. Dia bilang, gadis itu sangat cantik. Dan pertemuan pertama itu sudah membekas karang di kepalanya. Atau tepatnya di hatinya.

??????????? Dia mengangkat tangannya, menyanyikan lagu dengan suaranya yang sesumbang senar longgar. Untung saja, tidak ada tetangga yang lewat. Kalau ada pun, aku harus siap memberi alasan bagus untuk keluhan mereka.

??????????? Hidup tanpa cinta, bagai taman tak berbunga?

??????????? Hai begitulah kata para pujangga?

??????????? Hidup tanpa cinta, bagai taman tak berbunga?

??????????? Hai begitulah kata para pujangga?

??????????? Taman suram tanpa bunga?

??????????? ?Malam begini, paling enak jika kita bernyanyi lagu dangdut, Gasal. Apalagi dangdut romantis.? Wajahnya memerah, makin menjadi. Kadang aku tertawa, Ya Raman. Melihat tingkahnya apalagi saat kasmaran.

??????????? Ditambah lagi, saat dia cerita kalau kulit gadis itu putih dan mulus seperti pedangdut Saskia Gotik. Dan semua kata pujangga yang pertama kali kudengar dari bibirnya mengalir deras selepas dia bercerita tentang aduhainya pedangdut lagu Satu jam saja itu.

??????????? Ya ampun, aku baru tahu bahwa laki-laki maskulin di hadapanku ini ternyata pecinta dangdut. Aku bingung, jika nanti di depannya ada Zaskia Gotik dan gadis bernama Maya itu, siapa yang akan dia pilih? Atau mungkin, keduanya.

??????????? Walau begitu, aku senang melihatnya jatuh cinta. Nada romansa dari dirinya bisa aku tangkap kuat tanpa harus dibedah lagi.

??????????? Nada merah muda.

?

Koma

?Hahahaha? ada-ada saja kau, Riki!? Gasal hanya tertawa sambil merapikan biola dan score musiknya saat aku cerita aku jatuh cinta pada Maya karena dia seputih Zaskia Gotik. Katanya, dia sama sekali tidak percaya kalau orang kekinian sepertiku justru suka dengan dangdut.

??????????? Dasar Gasal, yang terjadi memang begitu.

??????????? Saat itu, aku sudah berdiri dihadapan barisan. Ketua pelatih memilihku untuk ikut bertanding dalam olimpiade Taekwondo. Waktu itu juga, aku dan Maya hanya berbeda jarak. Saat aku melihat rambut hitam legamnya yang dikepang rapi, sepasang mata cokelat yang berkilau seperti permata, lengan menawan yang tertutup baju dojo putih, dan juga senyum simpulnya indah sekali. Dengan sigap, mataku langsung menangkap dan menyekap memori tentang bibirnya yang semerah mawar, sedap untuk dipandang.

??????????? Bersamaan itu juga, aku bayangkan kalau kelopak mawar itu menyentuh bibirku. Kalau seandainya kelopak itu melekat kuat di bibirku, apa dia mau memindahkannya dengan bibirnya?

??????????? Ahai? kenapa aku jadi orang yang romantis seperti ini? Apa ini yang sering dibilang orang, kalau kita sedang jatuh cinta, kita bukan diri kita?

??????????? ?Sudah, jangan terlalu banyak menghayal! Awas, nanti ada yang numpang di badan,? Gasal mengganggu lamunanku.

??????????? ?Kau ini, tega mendoakanku seperti itu,? aku merungut padanya, yang masih asik berbenah-benah. Seperti ibu rumah tangga.

??????????? ?Walau begitu, aku minta tolong ya, antarkan aku ke tempat kualifikasi besok. Jangan terlalu asyik dengan khayalanmu,? dia melempar bantal sofa seperti melempar bola padaku.

??????????? Aku hanya bergeming, kembali membayangkan Maya dan bibir merah yang indah. Kali ini, aku melompat terbang, masuk dalam awan, dan menjadi butiran hujan yang paling besar. Aku ingin hujan ini berhenti sebentar, agar aku bisa membersihkan tubuhku dengan basahannya, dan menyuling hatiku sejernih-jernihnya. Tapi, hujan hanyalah takdir yang susah dikendalikan.

??????????? Entah kenapa, melodi yang tadi Gasal mainkan begitu indah? Padahal itu campuran Rondo dan Elegy. Yang kutahu, hanya bernyanyi. Memuntahkan mentah-mentah semua rasa dalam hati, menjadi saksi bulan yang ditelan malam.

??????????? Sedang Gasal, hanya asyik menutup telinga.

?

Tempo

Ini aneh, Ya Raman.

Riki belum datang juga padahal ini sudah seperempat siang. Dan cemas tambah bablas saat aku lihat jam, sebentar lagi acaranya dimulai! Tapi, Riki belum kunjung datang. Apa dia masih terlena dengan melodi romansa yang dia dengar semalam.

??????????? Atau, dia tersesat dalam khayalannya sendiri?

??????????? Aku tidak mengerti, Ya Raman.

?

Koma

Bercinta.

?

Tempo

Langit yang tadi tersenyum cerah, sekarang cemberut dalam hujan. Untunglah, aku datang tepat waktu dan pulang sebelum hujan benar-benar mengagahiku dengan basahnya. Butir-butirnya jatuh melewati atap, lalu mengaliri pipa paralon, hingga sampai ke kolam ikan kecil samping rumahku.

??????????? Aku terkejut saat samar-samar terdengar suara Riki yang lirih mengalahkan ributnya hujan.

??????????? ?Jika jatuh cinta melodinya Romansa, lalu apa melodi untuk patah hati??

??????????? Itu Riki, matanya sembab, sepatunya lembab, suaranya lenyap?

??????????? Dia hanya menekuk seperti pungguk di sampingku. Masalahnya baru tersibak selayar, belum untuk layar lainnya.

??????????? ?Patah hati itu warnanya tidak jelas. Tidak pernah jadi melodi yang bagus, justru itu hanya memperberat diri sendiri. Memangnya, kau lagi patah hati?? aku menghiburnya, mengorek cerita baru darinya. Menepis pertanyaanku perihal kenapa dia tidak datang tadi pagi.

??????????? ?Tentu saja aku sedang patah hati, Gasal!? Entah itu hujan, atau dia sendiri yang mengakuinya.

??????????? ?Heh!? Kau patah hati? Yang benar saja?? aku berpura-pura terkejut, walau sebenarnya iya. ?orang patah hati tidak sepertimu, Riki! Yang berjalan lunglai dibawah hujan, menuntun motor yang bahkan tidak mogok, dan sampai mengakui diri kalau lagi patah hati. Selain itu, aku tidak percaya kalau Laki-laki segagah dirimu bisa patah hati hanya karena satu wanita,? kataku dengan lantang, berusaha kalau lawan bicaraku itu memang Riki.

??????????? Dia menatapku kesal, dengan mata sembab. Aku sedikit tersenyum kecil padanya.

??????????? ?Wajar, Gasal. Ini cinta yang pertama, baru aku rasakan manisnya, dan aku juga baru tahu rasa patah hati itu lebih pahit dari kopi,?

??????????? ?Coba kutebak, pasti dengan Maya??

??????????? Dia hanya mengangguk, kembali menunduk.

??????????? ?Riki?Riki?? aku menggumam, kasihan sekali dirimu, Rik?

??????????? Kali ini, aku mainkan biolaku. Memainkan sebuah Moderato, namun menenangkan. Tentunya, menarik perhatiannya.

??????????? ?Gasal, bagaimana jika kau mainkan Balada untukku?? bisa kulihat, merah yang kemarin ada di pipinya melemah, sudah menguap di antara deru angin dan luap hujan.

??????????? ?Riki, Balada itu kesedihan, kesunyian, kematian. Yang kau rasakan itu patah hati, kehilangan, kesakitan. Tidak cocok untukmu??

??????????? Aku ambil selembar score kosong, menulis sesuatu dengan pena hitam di kantongku. Sesuatu untuk penyempurna tetes hujan, dan air mata di hatinya.

??????????? ?Ingat ini, Riki. Sesakit apapun kehilangan itu, meski tidak bisa diobati dengan pelukan dan perkataan, melodi ini akan selalu menolongmu. Aku akan selalu ada di melodi ini setiap kau mendengarnya,?

??????????? Sebuah Ode, untuk Riki, untuk Maya, untuk takdir.

?

Koma

Aku benar-benar kesal.

Gasal tidak percaya kalau aku sedang patah hati. Bahkan, dia menanggapinya terlalu santai di depanku sambil meremas syal wol Tosca nya yang basah karena hujan. dia terlalu santai seperti pembaca novel yang sudah tahu isi bacaan yang sama sekali belum dibukanya. Dia cepat sekali menangkap melodi datar yang keluar dari kepalaku.

?Dia menolak perasaanku, seperti orang kaya yang menendang pengemis,? aku mencoba tegar, tidak ikut-ikutan mengeluarkan air mata bersama hujan. Dan juga, agar Gasal tidak menangkap melodi air mataku begitu saja.

?Kok, begitu banget? Memangnya kau pernah mengintipnya diam-diam??

?Masalahnya bukan begitu, Gasal!? aku tambah kesal, dia sangat susah mengerti keadaan.

?Kalau aku mengintipnya, tidak mungkin aku berani mengatakan cinta padanya tadi! Masalahnya, dia sudah terlanjur di sangkar lain. Dan aku baru tahu sekarang.? perasaanku makin hancur saat mengatakan itu.

?Ooh? baru mulai, rupanya sudah diambil duluan,? katanya santai.

Sekarang kesalku sudah Climax, rasanya ingin mati saja.

?

Tempo

Ode da Rain.

?

Koma

??????????? ?Walau begitu, jangan biarkan kehilangan mengacaukan pertandingan. Kalau aku bisa berhasil, maka kau juga harus berhasil,? katanya sambil bermain, menampung hujan di tangannya.

Aku tidak tahu sekarang tersesat dimana, hujan telah menghilangkan jejakku sendiri. Tapi, perkataan Gasal harus jadi kompasku. Tunggu?mungkin melodinya juga?

?

Tempo

Kau menyadarinya, Ya Raman.

Aku seperti mendapat cerita gratis dari Riki, cerita lain tentang patah hati. Maya yang membuatnya melayang ke langit kedelapan itu sudah membuang perasaan Riki jauh-jauh seperti kaus kaki. Jujur, aku senang mendengar cerita sedihnya. Setidaknya, itu bukan kisah cinta membosankan seperti di layar kaca. Yang akhirnya itu-itu saja.

??????????? ?Kau yakin, Maya akan bahagia dengan Lelaki itu? Atau justru, kau terlalu cepat menyerah saat Maya betul-betul mencintaimu diam-diam? Mungkin, dia tidak suka sangkarnya itu, karena ada duri dibaliknya,? kukorek seluruh keyakinan Riki sampai akar-akarnya, agar aku tahu bagian terakhir untuk doa ini. Setidaknya, setiap melodi perlu akhir yang indah, bukan?

??????????? ?Setiap melodi ada bagian terendahnya, bukan? Sama dengan cinta, pasti ada bagian terpuruknya. Meski itu di akhir,? sepertinya dia paham maksudku.

??????????? ?Lalu, kenapa harus terpuruk dengan semua itu. Bukankah hal buruk akan datang dengan hal baik nanti? Begitu juga sebaliknya, hal baik akan datang bersama hal buruk?? aku semakin ingin tahu benang merahnya.

??????????? ?Aku? hanya ingin bisa menyicip bahagia dari cinta, Gasal!?

??????????? Ampun, kegalauan ini semakin Absurd!

??????????? Setidaknya, Ya Raman.

??????????? Waktu bisa jadi penyembuh yang efektif. Buktinya, dia perlahan-lahan bangkit dari sakit hatinya. Dibuktikan dengan pertandingannya yang sukses besar, dan hadiahku berupa doa berbentuk melodi yang kujanjikan mengubahnya kembali menjadi Riki yang kukenal.

??????????? Aku percaya, Takdir adalah rahasia besar hidup manusia itu sendiri. Seperti sungai, takdir itu selalu berubah-ubah. Seperti saat aku tiba-tiba memilih menjadi Violist, padahal dulunya aku suka menulis. Yang tentunya, mengagetkan teman-teman sekitarku. Namun, lama-lama mereka mulai menerimanya. Kadang perubahan itu menarik ya.

??????????? Banyak juga yang dulunya ingin jadi polisi, hakim, direktur bahkan presiden. Tapi, takdir membawa mereka menjadi guru, supir taxi, sampai kuli bangunan. Karena, Tuhan tahu batas manusia sampai dimana. Dan tugas manusia, hanya duduk manis dan menerima dengan lapang dada takdir yang sudah dibagi. Namun, jika manusia tetap ngotot dengan pendirian, usaha keras akan mengubah mereka. Jika tidak mereka sendiri yang tidak ingin berubah, mereka harus mau menangis menerima kegagalan dari kemalasan mereka. Tunggu, apa itu Alasan air mata tidak untuk kaum Hawa saja?

??????????? Lalu, bagaimana dengan takdir-takdir ini?

??????????? Zaskia Gotik dengan Riki?

??????????? Maya dengan Riki?

??????????? Sangkar dengan Riki?

??????????? Astaga? takdir paling absurd yang pernah ku ketahui!

??????????? Jujur, Ya Raman. Aku tidak ahli dalam masalah cinta. Apalagi kasus Riki dengan Maya. Namun, aku bisa menangkap warna melodi harapan Riki pada Maya saat itu, begitu juga Melodi patah hati Riki. Dari merah muda ke abu-abu, mencolok sekali. Mungkin, jika aku teteskan sedikit hujan di hatinya, abu-abu itu akan kembali merah muda. Mungkin.

?

Koma

Aku hanya ingin Gasal percaya, kalau ini adalah cerita cinta yang pertama, dan aku sudah bebas dari lukanya. Bukan seperangkat karangan yang bisa dibuat dan disusun seenaknya. Maka itu, aku lempar keringatku jauh-jauh kepadanya. Setelah selesai pertandingan, sesudah dia memainkan doa yang dia buat untukku. Gasal sampai mengeluh score barunya sedikit basah dan penuh bau keringat.

??????????? Saat itu, langit masih cerah. Angin berkeliaran kemana-mana.

??????????? ?Bisa melupakan lukamu?? tanyanya sedikit menyinggung.

??????????? ?Gasal? apakah hujan bisa menyembuhkan luka cinta? Bukankah hujan itu lambang kehilangan??

??????????? ?Kau tidak akan tahu jika tidak bertanya langsung ke hujan,? katanya polos.

??????????? ?Kau ini, aku bertanya serius!? kali ini, aku benar-benar menjitak kepalanya.

??????????? ?Hujan itu tidak selamanya kesedihan. Jika ada yang bisa bahagia karena hujan, itu karena hujan sudah memberinya kedamaian,? Dia membenarkan syalnya yang diterbangkan angin.

??????????? Kau tahu, aku ingin hujan membasahiku sekali lagi. Kali ini, aku ingin nama Maya tersimpan abadi dalam setiap butir airnya. Setiap aku bangun, berjalan, atau mati sekalipun. Aku ingin bisa melihat Maya setiap waktu hujan.

??????????? Angin menerbangkan jauh doaku, lalu mendung menyapaku.

?

***

  • view 233