Tetra #Asmaranaloka (satu nama tiga makna)

Eko Ragil Ar-Rahman (Linggar Menara)
Karya Eko Ragil Ar-Rahman (Linggar Menara) Kategori Puisi
dipublikasikan 24 Desember 2016
Tetra #Asmaranaloka (satu nama tiga makna)

Assalamualaikum dan salam semua..

sesuai janji saya kemarin, akan saya paparkan arti dari nama judul buku saya. Asmaranaloka :)

sebelumnya, saya hanya memberikan perkenalan singkat mengenai buku saya. dan sepertinya ada yang bertanya-tanya seperti ini:

"Asmaranaloka itu apa sih artinya?"
"Judulnya kayak kenal gitu, tapi apa ya?"
"Kenapa sih mau ambil judul seperti itu?"

baiklah, akan saya jawab pertanyaan itu.

 

Pertama, apa sih arti Asmaranaloka itu? nama itu dapat diartikan apa saja, dan bisa saja men"semesta". namun pada sudut pandang penulis, Asmaranaloka itu berarti dalam tiga pecahan:

-Asmara : dapat berarti Cinta, kasih sayang, kebahagiaan

-Marana : sebutan lain dari Merana, berarti kesedihan, air mata, kejatuhan

-Loka : pembelokan dari Luka, yang berarti luka dan amarah.

 

dari pecahan tersebut, maka lahirlah Asmaranaloka. nah kenapa penulis memilih judul itu? alasannya simple, puisi didalamnya menggambarkan tiga esensi perasaan utama pada manusia (silahkan kalian tebak sendiri hehehe :D ) dan puisi ini menunjukkan bahwa dalam keadaan bagaimanapun, puisi dapat selalu saja lahir, dan puisi itu sendiri dapat memperindah, menyembuhkan atau dapat memperdalam rasa itu sendiri.

 

jika ada yang sempat berpikir mengenal judul itu, silahkan kalian bandingkan dengan judul tersebut dan temukan perbedaannya, karena setiap penulis punya pandangannya sendiri terhadap karya tulisannya.

 

nah, bagi yang masih penasaran, silahkan layangkan komentar di kolom komentar. dan sambil kita berinteraksi, silahkan jawab pertanyaan sederhana ini ya:

 

"Apakah sih Asmaranaloka itu dalam kehidupan kalian sendiri?"

 

jawab tanpa terpaut catatan saya tadi ya. oh iya, gambar cover yang kalian lihat ini adalah Cover Refisi dari buku saya. saya siap menampung semua apresiasi kawan-kawan semua.

dan bagi yang kepo dan ingin memiliki buku saya itu, kolom pesan saya siap menampung Pre Order dari kalian. selamat menunggu catatan selanjutnya. salam inspirasi :)

Note : untuk menambah inspirasi kalian, silahkan baca salah satu puisi saya yang ada dalam buku saya ini, selamat membaca :)

 

Ziarah Cermin

 

Diantara kita ada seribu pecahan -penyeberangan bagi kenangan- untuk masa lalu dan kemudian yang saling tumpang tindih, memuai dan menjadi batasan bagi kita.

 

Demikian sering kita membuat retak, retak yang alirannya membawa jauh sua dan suara

: Dimulai dari nada bahagia, sampai gaung maha canggung.

 

Semua aliran menyatu membentuk kanal kecil di depan mataku.

Bening di pandangku, keruh dalam sisimu yang lain.

 

Sedang di kamarku, puluhan tikar menggelar tangannya.

Tikar dari kita berbelanja dulu, beberapa dari sutra, sisanya

rajutan rumahan. Semua adalah apa yang kita beli dari dunia di ujung jalan,

terbaring begitu saja, melihat kita yang hanya saling pandang.

Dan dari pecahan paling sunyi, aku menemukanmu demikian sepi.

Jika dapat, mari kuajak kau pergi, mencari pecahan yang lain.

 

Diantara kita ada seribu sungai, tanpa air hanya waktu.

Namun tidak membawa jauh temu kita, hanya retak tanpa sumbu.

Dan tikar kita hanya jadi buah tangan

dari kita para pembeli, pengembara masa lalu.

 

2016

  • view 162