Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 15 Februari 2016   12:35 WIB
Mereka juga WNI

Mereka juga WNI

Hidup adalah tentang perpindahan dan perubahan. Keduanya adalah hal yang pasti dialami oleh manusia entah menuju ke keadaan lebih yang baik atau sebaliknya. Saat ini banyak hal telah berubah dan agen perubahan terutama adalah manusia, sebagai mahkluk yang paling sempurna di bumi. Perubahan terjadi hampir di semua aspek kehidupan, termasuk pada aspek ilmu pengetahuan. Perkembangan ilmu pengetahuan selalu mengikuti zaman, ilmu-ilmu dan pengetahuan-pengetahuan baru bermunculan ada yang memperkuat pengetahuan sebelumnya teapi ada juga yang menentang pendahulunya. Isu yang sedang banyak dibicarakan akhir-akhir ini adalah mengenai LGBT. Di masa lalu LBGT dianggap sebagai mental illness namun saat ini LGBT tidak lagi dianggap sebagai penyakit yang harus disembuhkan. Ketika cara berpikir orang mencadi cenderung liberal, setiap orang dianggap berhak meenentukan pilihannya masing-masing termasuk untuk urusan seksualnya. Bahkan beberapa waktu yang lalu Mahkamah Agung Amerika Serikat melegalkan pernikaahan sesama jenis karena bebrapa alasan.

??????????? Lalu bagaimana dengan Indonesia? untuk saat ini isu LGBT masih menjadi kontroversi dan memunculkan penolakan bahkan kecaman dari berbagai pihak. Belum lama ini United Nations Development Programme (UNDP) menggelontorkan dana US$ 8 juta (sekitar Rp 108 miliar) untuk mendukung LGBTI (lesbian, gay, biseksual, transgender, interseksual) di Indonesia, China, Filipina, dan Thailand. Hal tersebut masih menjadi perbincangan dan pemerintah diminta mengawasi dana tersebut. Mungkin dapat dikatakan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia menolak pelegalan LGBT karena dianggap tidak sesuai atau bahkan bertentangan dengan nilai-nilai agama, budaya, dan adat istiadat masyarakat Indonesia. tidak sedikit orang mengatakan bahwa mereka telah menyalahi takdir dari Tuhan.

???? ???????????? Di Indonesia semua warga negara memiliki hak sebagai warga negara termasuk hak untuk mendapat perlindungan. Hak ini adalah hak yang paling mutlak, dimana setiap warga negara wajib mendapat perlindungan apapun dalam bentuk apapun dari pemerintah agar seseorang tersebut merasa nyaman, aman bertempat tinggal dan menjadi suatu warga negara yang berada pada suatu wilayah atau negara yang dilindungi oleh hukum dan pemerintah. Tidak mengenal status atau kedudukan sesorang tersebut untuk mendapat perlindungan dari pemerintah, yang pasti setiap warga negara harus dan wajib hukumnya berada pada lindungan pemerintah dalam bentuk apapun perlindungan itu.

?

Dengan mengacu pada hak tersebut bukankah semua warga negara Indonesia harus mendapatkan perlindungan dan merasa nyaman di negaranya sendiri apapun pekerjaannya, agamanya, rasnya, maupun orientasi seksualnya? Seharusnya Indonesia dapat menjadi tempat yang paling nyaman bagi semua warga negaranya. Jika LGBT mendapat kecaman bahkan sampai pada cara-cara kekerasan, apkah masih dapat dikatakan Indonesia tetap menjadi tempat paling nyaman untuk semua warganya tanpa terkecuali?

Di luar dari pro dan kontra, saya pribadi tidak menolak LGBT karena everyone deserves to choose. Semua orang berhak untuk bahagia dan merasa nyaman dengan pilihannya masing-masing. Saya masih bingung apakah mereka masih bisa dikatakan menyalahi takdir jika mereka tetap bahagia dalam pilihannya. Saya merasa senang jika melihat wajah mereka yang menunjukkan kebahagiaan saat mereka tidak lagi malu dan tidak lagi bersembunyi dengan apa yang dirasakannya, mereka terbuka dan tidak lagi menganggap itu maslah besar yang harus disembunyikan rapat-rapat yang akhirnya membuatnya stress dan merasa didiskriminasi dari mereka yang menyebut dirinya normal. Namun di balik itu mereka juga tidak seharusnya memamerkannya di depan umum karena bagimanapun untuk saat ini belum dapat diterima oleh seluruh masyarakat. Selain itu saya juga tetap berharap orang-orang terdekat saya tidak masuk dalam kategori itu karena bagaimanapun LBGT memiliki konsekuensi atau risiko yang harus ditanggung. Sebagai negara yang beragama dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya ketimuran, saya pikir untuk saat ini juga tidak perlu ada komunitas atau organisasi formal yang mengatasnamakan LGBT unutk mendukung pelegalan itu.

?

?

Karya : eka marifah