Tantangan Dunia Kerja

Ehan Nuraisah
Karya Ehan Nuraisah Kategori Motivasi
dipublikasikan 18 Mei 2017
Tantangan Dunia Kerja

      Memasuki dunia kerja memerlukan persiapan yang penuh, tidak hanya fisik dan skill bekerja  namun mental dan kesiapan  beradaptasi juga perlu diperhatikan. Sebagian orang belum begitu memperhatikan aspek mentalitas pekerja, proses transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja sudah pasti memerlukan pendampingan. Pendampingan ini berperan dalam proses adaptasi dan pembentukan karakter atau kedewasaan secara emosional. Dalam hal ini, perusahaan atau pihak terkait harus memperhatikan tingkat pendidikan calon pekerja, karena akan mempengaruhi sejauh mana proses pembimbingan itu diperlukan. Sehingga kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan kedewasaan emosional bisa dibentuk.

      Kerja cerdas dan kerja ikhlas mulai harus diterapkan dalam kehidupan dunia kerja. Bukan saja cerdas dalam bidang masing masing namun cerdas pula dalam mengelola emosi, berkomunikasi dan bersikap atau beretika. Ikhlas dalam hal ini berarti bekerja dengan tidak hanya mengharapkan upah namun juga sebagai sebuah usaha untuk menempuh keridhoan yang akan diberikan Tuhan pada umat-Nya. Ikhlas menjadi luas bahasananya ketika kita dihadapkan dalam berbagai situasi yang sulit dan penuh tekanan di dunia kerja. Banyak orang yang gagal atau melepaskan tanggung jawabnya atau bahkan berpindah tempat kerja karena tidak mampu mengelola rasa ikhlas dalam mengerjakan apa yang menjadi pekerjaannya. Selain itu, ada pula di dunia kerja orang yang teralu perasa sehingga tidak mampu menahan tekanan dan menemukan solusi untuk memecahkan masalah kerja yang terus datang. Perasaan itu dibutuhkan dalam dunia kerja namun jumlahnya yang harus dikendalikan. Peka terhadap lingkungan sangat dianjurkan dalam bekerja untuk dapat mengetahui apa yang terjadi di sekeliling kita dengan cepat dan membantu apabila yang lain mendapatkan kesulitan.

      Ketika kerja yang cerdas, ikhlas, dan perasaan yang sesuai dengan kadarnya dapat dikombinasikan dan diaplikasikan dalam jiwa setiap pekerja tentunya akan menjadikan dunia kerja yang profesionali. Tidak menggunakan persaan yang berlebihan dalam bekerja, berpikir jernih, bertanggung jawab terhadap tugas dan menciptakan suasana kerja yang optimis dan menurunkan tingkat stres dalam bekerja. Hal ini yang diperklukan oleh setiap pekerja dalam melaksanakan kegiatan kerja atau baru memasuki dunia kerja.

      Kondisi ini tentunya tidak bisa timbul begitu saja semudah membalikkan telapak tangan, namun perlu dilatih dengan waktu yang lama. Salah satu caranya yaitu dengan berlatih berorganisasi. Dalam berorganisasai semua mempunyai hak dan kewajiban untuk menjalankan setiap tugas yang diberikan dalam sebuah tim. Mengesampingkan rasa egois dan perasaan yang berlebihan. Belajar menyelesaikan masalah tidak hanya dipandang dari satu sisi, namun juga mempertimbangkan jangka panjang dan pendeknya juga dampak bagi yang lainnya. Situasi tertekan dan jenuh juga bisa dilalui atau ditanggapi dengan wajar dan segera kembali dalam rutinitas dan kewajiban yang ada.

  • view 44