Selayang Pandang Pulau Berhala

Egi Prayoga el-ManNa
Karya Egi Prayoga el-ManNa Kategori Wisata
dipublikasikan 22 Juli 2017
Selayang Pandang Pulau Berhala

Pulau Berhala merupakan salah satu pulau yang terletak di Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Pulau ini berada pada ketinggian 50 meter dari permukaan laut dengan suhu maksimal rata-rata 26 derajat celsius. Secara teritorial, pulau ini berbatasan langsung dengan Tanjung Jabung Timur, Jambi. Sehingga pulau ini berjarak sekitar 38 kilometer dari pusat pemerintah kabupaten dan 18 kilometer dari pemerintah kecamatan. Berdasarkan tabel monografi, Pulau Berhala terbentuk berdasarkan peraturan daerah tahun 2006.

Untuk mencapai pulau ini terdapat dua alternatif yang melayani pelayaran umum yaitu dari Provinsi Jambi dan dari Kabupaten Lingga tepatnya dari Pulau Singkep atau Dabo Singkep. Jikalau berangkat dari Dabo Singkep, ada dua buah pelabuhan utama yaitu Pelabuhan Jagoh yang melayani pelayaran dari dan atau ke Batam dan Tanjung Pinang, serta Pelabuhan Dabo yang melayani rute pelayaran ke Jambi dan pulau sekitarnya. Maka opsi yang tepat dapat memilih keberangkatan dari Pelabuhan Dabo untuk menuju ke Pulau Berhala. Selain itu, Pelabuhan Dabo juga tidak sulit dijangkau karena berada dekat dengan Kota Dabo. Pelabuhan ini terdapat tujuan pelayaran dimulai dari rute Dabo – Pulau Lalang – Pulau Berhala – Kampung Laut – Jambi.

Ketika menjejaki kaki di Pulau Berhala, hal pertama kali yang akan disuguhkan adalah rumah-rumah tradisional dari kayu. Bahkan ada beberapa rumah yang masih menggunakan atap daun rumbia. Sedangkan sisanya sudah ada juga yang menggunakan atapnya dari seng. Karakteristik tradisional ini juga ditambah dengan tanahnya berpasir putih, khas tepi laut. Pulau yang memiliki luas tidak kurang dari 47.990 M2 ini ditempati 60-an kepala keluarga ini juga terdapat batu-batu besar berwarna putih yang menyembul indah. Rerimbunan pohon hijau tampak dimana-mana. Nyiur dengan batangnya yang ramping nan tinggi menjulang sedap dipandang mata. Bahkan Wakil Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengatakan bahwa Pulau Berhala mempunyai potensi besar untuk dikembangkan sebagai Desa Wisata di Kabupaten Lingga. Sebab warga pulau ini mengandalkan pariwisata dan tangkapan hasil laut sebagai sumber pendapatan. Hasil tangkap ikan warga sekitar biasanya akan dipasarkan di Pulau Singkep.

Malangnya, keindahan yang terdapat di pulau ini tertutupi dengan segala fasilitas yang sangat minim. Contohnya di pulau ini terdapat sebuah dermaga kayu ala kadarnya yang hanya bisa disandari oleh kapal-kapal kecil. Bahkan dermaga tersebut terlihat rapuh dan tidak terawat. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, masyarakat harus menyeberang pulau untuk mendapatkannya karena belum ada pasar di pulau ini. Lebih parah lagi, fasilitas penunjang pendidikannya juga sangat memprihatinkan. Sehingga penduduk sekitar mayoritas tidak tamat Sekolah Dasar, bahkan banyak juga yang tidak pernah mengenyam pendidikan. Tetapi pulau ini penerangannya sudah menggunakan listrik tenaga surya, bahkan beberapa rumah ada juga yang menggunakan penerangan listrik tenaga genset. Terkait untuk urusan komunikasi, di pulau ini terdapat sebuah tower komunikasi.

Dari jauh, Pulau Berhala menawarkan lanskap alam seperti sebuah lukisan. Melihat keindahan pulau tersebut, wajar jikalau pada tahun 2000-an pulau ini menjadi objek sengketa antara Pemerintah Kepri dan Jambi. Tetapi pada Februari 2013, Mahkamah Konstitusi menetapkan Kepri sebagai pemilik pulau ini. Sehingga setelah keputusan tersebut, Pemprov Jambi tidak lagi mengurus puskesmas, sekolah, dan gapura. Hanya sebagian rumah dan balai saja yang masih digunakan, daerah inilah yang disebut dengan Kampung Jambi. Sedangkan sebagian lain dari pulau ini disebut Kampung Kepri.

 

 Created by Egi Prayoga el-ManNa

Sumber : Ikatan Pelajar-Mahasiswa Kepulauan Riau Yogyakarta

  • view 166