Untukmu yang Dulu Ada dan Sekarang Entah Ke Mana

Efi Susiyanti
Karya Efi Susiyanti Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 31 Desember 2016
Untukmu yang Dulu Ada dan Sekarang Entah Ke Mana

Aku duduk sendiri dalam bangku yang tak nampak. Terdiam dalam ruang yang sepi tanpa orang lain, hanya seorang diri. Ruangan ini hanya bisa aku nikmati. Tak seorang pun dapat menguasai atau pun menggabungkan diri.

Menunggu itu membosankan. Terlebih lagi tanpa kepastian. Begitulah yang diucapkan orang-orang ketika menunggu. Tapi tidak untuk aku.

Aku selalu bersama dengan kenangan saat dulu kamu bersamaku. Kenangan-kenangan itu seolah menjadi peri-peri kecil yang selalu mengajakku untuk tersenyum, tertawa, dan bahagia. Kenangan yang bagaikan air. Sumber dari kehidupanku.

Ingatkah kamu, ketika kita melewati masa hanya berdua. Berteman dengan malam dan saling bertukar cerita. Tidak menghiraukan jarum jam terus berputar bahkan dunia pun terlelap dalam selimut gelap. Ketika suaraku dan suaramu saling bersahutan. Memecah sunyinya malam, menerangi gelapnya malam.

Ingatkah kamu, ketika kamu datang bagaikan pangeran berkuda. Menyelamatkanku saat harus memilih antara bahagia dan norma. Kamu datang dan mengantarkanku untuk kembali menjadi bagian dari norma itu.

Ingatkah kamu, ketika aku selalu ada dan kamu pun juga. Melewati masa yang penuh tekanan dan jiwa tanpa pegangan. Namun kita saling menguatkan. Memilih suatu keputusan. Saling memberikan saran dan peringatan.

Ingatkah kamu, ketika kita saling berjanji untuk tidak pergi. Perjanjian yang hanya aku dan kamu ketahui.

Sekarang semua berubah. Ketika kamu yang dulu ada dan kini hilang entah ke mana. Semua hal yang tersimpan dalam ingatanku tidak lagi aku lewati bersamamu. Kini aku sendiri. Lagi-lagi hanya dalam ruang sepi yang tak seorang pun dapat menggabungkan diri. Tapi tenanglah. Aku akan selalu mengingatnya. Aku akan selalu melakukannya. Mesti seorang diri tanpa kamu lagi.

Untukmu yang dulu ada dan sekarang entah ke mana. Aku akan selalu menunggu meskipun kenangan dalam ingatan ini pecah berhamburan. Bagiku mengenang saat-saat bersamamu adalah hal yang indah. Yang hanya bisa aku nikmati, aku kuasai seorang diri.

Untukmu yang dulu ada dan sekarang entah ke mana. Aku akan selalu bersama kenangan ini. Kamu tidak usah risau jika tidak kembali. Toh pada akhirnya semua akan sendiri dan berteman sepi.

  • view 228