Kisah Inspirasi dari Pelari Derek Redmond

Reza Hayatul
Karya Reza Hayatul Kategori Motivasi
dipublikasikan 14 April 2016
Kisah Inspirasi dari Pelari Derek Redmond

Derek Redmond adalah atlit lari dari Inggris, pemegang rekor nasional Inggris untuk lari 400 meter, memenangkan medali emas untuk lari estafet 4×400 meter pada Kejuaraan Dunia, Kejuaraan Eropa dan Pekan Olahraga antar negara Commonwealth. Pada olimpiade Barcelona 1992, dia adalah kandidat juara lari 400 meter.

Saat perlomba sudah dimulai dan baru 150 meter dari garis start, tiba-tiba lari Derek Redmond melambat dan dengan raut muka yang kesakitan dia memegangi bagian belakang paha kanannya. Seketika dia terduduk dan merebahkan tubuhnya ke lintasan lari dengan tetap memegangi kakinya yang dirasakan sakit. Semua penonton terdiam. Tim medis dan oficial segera mendekati Derek. Beberapa saat Derek tetap memegangi paha belakang kakinya sembari menahan sakit. Penonton memastikan Derek gagal menyelesaikan lomba.

Tiba-tiba, tanpa menghiraukan tim medis, Derek Redmond berdiri perlahan dan berlari terpincang-pincang meninggalkan mereka. Derek meneruskan larinya menuju garis finish. Penonton terkejut. Halangan dari tim oficial untuk menghentikannya tidak dihiraukan. Dia tetap berlari…meski dengan terpincang-pincang karena tumpuan utama tinggal satu kaki kiri. Kaki kanan tidak menjejak sempurna. Dan semua penonton menyaksikan hal itu dengan hati yang miris.

Di tengah kesusah payahan Derek berlari, seorang laki-laki melompat meninggalkan kursi penonton lalu berlari memasuki lintasan lomba dan mendekati Derek. Tim pengamanan lomba yang mencoba menghalangi pria tersebut tak kuasa menghentikannya. I am his father. Kedatangan sang ayah disambut Derek meski dengan berlari terpincang. Derek memeluk pundak Ayahnya dan menangis menyesali yang telah terjadi.

You don’t have to do this…..kata ayah Derek padanya. Yes..I do jawab Derek. Tak kuasa menahan semangat hati sang anak, ayahnya berkata: Well then. We’re going to finish this together. Kemudian sang Ayah memegangi tubuh Derek dan berlari bersama menuju garis finish. Mendekati garis finish, Ayah melepaskan pegangannya dan membiarkan Derek berlari untuk menyelesaikan lomba.

Semua penonton tertegun menyaksikan peristiwa yang terhampar di depan mata mereka. Luar biasa kasih sayang seorang ayah kepada anak. Tidak meninggalkan ketika sang anak mengalami kesulitan. Hampir 65 ribu penonton yang menyaksikan memberikan standing ovation kepada mereka. Penghargaan yang diberikan kepada perjuangan luar biasa Derek Redmond dalam menyelesaikan lomba. Hingga sekarang kebanyakan orang selalu mudah mengingat peristiwa itu dan orang justru lupa siapa peraih medali emas di lomba itu. Derek Redmond memang tidak memenangkan medali emas di Olimpiade itu, tapi dia memenangkan hatinya dan hati penonton saat itu.

Kisah ini menginspirasi saya saat mengikuti lomba lari Urbanathlon baru melewati rintang pertama kaki saya tergilicir karena salah mendarat, pada saat itu saya mulai merasakan sakit di kaki tetapi saya terus berlari, saat sudah mendekati finish kaki saya sudah tidak bisa diajak berlari lagi akhirnya saya memutuskan menyelesaikan finish dengan berjalan kaki, lanjut dengan lomba lari Adidas KOTR 16 k karena kaki saya ngerasa belum sembuh akhirnya saya bertukaran katagori dengan teman saya yang mengikuti lomba 10 k, seperti kejadian di Urbanathlon tiba-tiba kaki saya merasa sakit  di 2-3 km menjelang  sampai finish akhirnya saya menyelasaikan finish dengan berjalan kaki, lanjut di lomba lari berikutnya di Sentul saya mengikuti katagori yang 6 lap sekitar 20 km,  sama seperti lomba sebelumnya saya jalan kaki untuk menyelsaikan finish tapi kali ini bukan kaki saya yang sakit tetapi perut saya mual saya ngerasa ingin muntah karena lomba pada malam hari dan angin pada saat itu kencang sekali, Tetaplah berlari sahabat, meski harus tertatih, jangan menyerah, pantang pulang sebelum finish