Perintah Qurban

Edy Priyatna
Karya Edy Priyatna Kategori Project
dipublikasikan 05 Maret 2018
Buku Pertama di Desa Rangkat

Buku Pertama di Desa Rangkat


Sosok seksi bertubuh padat penuh coretan hitam terurai panjang menggemaskan tergambar jelas di lembar daun kuning nan kering terlihat membentang merangsang tiada terbalut sehelai benang tampak buah yang ranum menentang telanjang meronta-ronta mengelak menggelinjang.....

Kategori Puisi

831 Hak Cipta Terlindungi
Perintah Qurban

Perintah Qurban

Puisi : Edy Priyatna

 

Tanah menjadi merah mensyukuri nikmat yang banyak
darah tumpah mengalir karena berkorban
guna meyatukan tali silaturahmi
setelah kita bersujud kepada Sang Pencipta
hingga menghilangkan rasa benci
demi semua tiadalah terputus
senantiasa mendekatkan diri
dari hati suci mengikuti perintahNya

 

Darah tertumpah lagi memerahkan tanah
menumbangkan para penghuni surga
satu-satu terjerembab dengan lembut
menjadi tiada daya dalam keikhlasan
memberi rasa persaudaraan yang tinggi
dengan kedua tangan meminta
menengadah keridhaanNya
ketika mengucapkan syukur
berzikir tiada terputus

 

Sebuah pengorbanan yang harus dijalani
sebagai simbol rasa cinta
pada sesama……..
untuk cinta pada Tuhannya
untuk cinta pada Rasulnya
semua itu terjadi setelah
Azma bergema pada dunia :
”Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus”

 

(Pondok Petir, 06 Nopember 2011)

  • view 52