Terima Kasih Pahlawanku

Edy Priyatna
Karya Edy Priyatna Kategori Project
dipublikasikan 04 Maret 2018
Buku Pertama di Desa Rangkat

Buku Pertama di Desa Rangkat


Sosok seksi bertubuh padat penuh coretan hitam terurai panjang menggemaskan tergambar jelas di lembar daun kuning nan kering terlihat membentang merangsang tiada terbalut sehelai benang tampak buah yang ranum menentang telanjang meronta-ronta mengelak menggelinjang.....

Kategori Puisi

1.1 K Hak Cipta Terlindungi
Terima Kasih Pahlawanku

Terima Kasih Pahlawanku
Puisi : Edy Priyatna

 

Terima kasih pahlawanku
pada hari ini kami bersukacita
bersyukur dan berdoa
sebab negeriku telah merdeka
kemerdekaan yang sangat mahal harganya
semuanya itu tak dapat diulang kembali

 

Terima kasih pahlawanku
kami teringat kembali cerita sejarah
ketika kekejaman perang merobek damai
kau angkat senjata tanpa perintah
membubarkan penindasan dan penjajahan
demi tanah tumpah darah kita

 

Terima kasih pahlawanku
kami selalu ingat semangatmu
ketika tangan-tanganmu masih mampu
menggenggam dan mencengkeram
jantung berdetak hati berkertak
pekikkan satu tekad merdeka atau mati

 

Terima kasih pahlawanku
kami sangat bangga padamu
dulu kau biarkan di sekujur tubuhmu
terluka menganga bertaut sendiri
korbankan milikmu dan hidupmu
kemudian gugur satu-satu

 

Terima kasih pahlawanku
Kini kami berada di tamanmu
tubuh-tubuh kaku terbujur sunyi
terpancang nisan bisu tak bernama
tanah merah tanpa bertabur bunga
namun kau rela terbaring di pusara
kami senantiasa ingat dirimu
sebelum sempat kukalungkan bunga di lehermu
sematkan bintang jasa di dadamu
kau berlalu tanpa meminta balas jasa

 

Terima kasih pahlawanku
pada hari ini kami berdoa untukmu
ijinkan kami menghapus darah luka tubuhmu
menghapus debu yang telanjang di kakimu
sebagai rasa hormat kami
pada pusaramu kutaburkan bunga-bunga
dan kuteteskan rasa haru

 

Terima kasih pahlawanku
kau telah banyak mengajarkan kami
membangun tanah air kita
membangun bangsa kita
pada hari ini kami sebagai anak bangsa
berjanji akan menjadi pahlawan sepertimu
melawan segala penindasan dan penjajahan
demi kemajuan negeri kita
agar perjuanganmu takkan sia-sia

 

(Pondok Petir, 10 Nopember 2011)

  • view 67