Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 24 Februari 2018   21:46 WIB
Air Mata Selalu Jatuh Berderai

Air Mata Selalu Jatuh Berderai
Puisi : Edy Priyatna

 

Tak habis satu timbul nan lain
kau sudah berkomplot dalam jaringan
melibatkan banyak orang
dari kroco hingga pejabat
bahkan pesuruhpun diikutkannya
berbagai cara dihalalkan

Penting dapat kemudahan

genangan rindu tiada meniris
menyusuk terus kerongga dada
penghubung kembali membentang
terminal ditelan ribuan kesepian

gunung nan selalu ramahpun menjadi murka

Berisi gelap tangannya berdarah
dalam menuntut rasa kemanusiaan
penuh perjuangan hidup hingga mati
setiap bala bantuan datang bagi rakyat
sebilang itu pula kebahagiaan pemimpin tiba
masuk ke dalam kalbu nan resah

 

Keadaan menembus mega putih di langit biru
dengan bergulir secara tak pasti
maju mundur tiada henti
melahirkan kecemasan hati

malam nan sunyi memberi gelisah
saat rembulan membentuk sabit

Setelah menahan kerinduan
pada bunda dan buah hati keluarga
merubah diri menjadi pilu
kesedihan melekat tanpa terasa
sesudah menikmati kesejukan

air mata selalu jatuh berderai

 

(Pondok Petir, 31 Desember 2014)

Karya : Edy Priyatna