Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 22 Februari 2018   23:30 WIB
Tiba-tiba Jiwaku Runggas

Tiba-tiba Jiwaku Runggas

Puisi : Edy Priyatna

 

Setelah senja bermega kelam
walau tanpa gemuruh
perjuangan hidup hingga mati

sebaliknya hidup tidak untuk kecewa

 

Sudahkah kau bermimpi elok
berkenaan tak ada guntur halilintar
tiba-tiba hujan merintik tajam
tiada henti tungkai tidak dapat digeraki

 

Segala sendi dan tulang rusukku
menerbitkan sebongkah serpihan

lalu gerakku menjadi lengai
kaki bagai tak berpijak mendadak terhenti

Seandainya hadir sang kekasih

mungkin jadi pengobat luka tak dinyana
kau jalan menghampiri
lepas kutanya makna rindu tiada suara

 

Setelah malam larut bergerak
hening menuliskan keindahan dalam ramai
setakat tembus dalam ruang dan waktu
perihal kuterbangkan angan kumelangkah lagi

Selintas mimpi berputar

di ruang tulang hitam tanpa berpaling
tiba-tiba jiwaku runggas
kini kutahu makna itu setelah aku jauh

 

(Pondok Petir, 29 Oktober 2013)

Karya : Edy Priyatna