Menjadi Rahmat nan Manis

Edy Priyatna
Karya Edy Priyatna Kategori Puisi
dipublikasikan 22 Februari 2018
Menjadi Rahmat nan Manis

Menjadi Rahmat nan Manis

Puisi : Edy Priyatna

 

Aduhai para manggala
bersisa adakah hati berbobot
begitu logika sudah mulai kedaluwarsa
lubuk hati makin tergores
kepada gemuruh pesona yang tak kunjung surut

Pembawaan birokrat dalam lagunya
drama nan selalu kejar menating
adegan tikus-tikus bergembira ria
sedang para pembantai santai ditepi laut
terlena dalam kesenangan mandiri

Tayangan kolosal republik rangkap
nekara tambur berulang-ulang
tengah simak klimak dialog kencang
baku berdebat di era teknologi tinggi
meriuhkan ruang pada gubug-gubug masyarakat

Berlanjut tampak terlihat para saksi
menjauh terbawa banjir air netra
waktu gelap suasana gabak
temperamen putihnya telah terpotong
acap kali dihujani beban yang tak kunjung teduh

Cuplikan usang rakyat hina
tinggal adakah rasa berbaur
demi logika masih belum tewas
perhalus asa hati dampak pengikisan
murah nurani takkan melogam

Lihatlah karena rakyat butuh rezeki
tanggapan dialog bersenang hati
tengah didengar secara cermat
menjadi rahmat nan manis
abadi semangat sebagai anak warga negara

 

(Pondok Petir, 15 Desember 2013)

  • view 33