Sajak Bayangan

Edy Priyatna
Karya Edy Priyatna Kategori Puisi
dipublikasikan 22 Februari 2018
Sajak Bayangan

Sajak Bayangan

Puisi : Edy Priyatna

 

Sketsa nyata yang selalu sekelas
karena rakyat butuh nasi
meskipun hanya nasi basi
legit dimakan dengan taram
kemarin ratusan petani telah dirugikan
kemarin ribuan penduduk kehilangan rumah

sedang kuat bertahan menyaksikan kisah benua


Demi ramahnya bekerja

walau aku hanyalah makhluk kecil nan hina
tetapi senyumku tak pernah palsu
sedangkan bukan data susila
tapi sudahlah ini hanyalah sajak
tak perlu lagi tanggap risau resah

dengan kami telah terukir


Membangkit benak pikiran dendam
terhadap layar reportase subuh
pada para pemimpin rakyat
selamanya berulah langka
menjadikan orang-orang terjaga
berlagu bagai badut penghibur
membangkit penonton berduka tanpa tersenyum


Menggaris pena-pena mesum
pada daun-daun kekeringan
mengacak buah semangat
menyebit kata-kata menjadi kalimat tegang
dalam baris-baris sajak keras
yang telah koyak diremas hati
lantaran tak pernah menjadi sukma


Menebak mengoncangkan nurani
bersamaan gempa yang terjadi pada hari ini
mencatat dengan nyata tindakan para pejabat
menghasilkan banyak petunjuk
kemarin jutaan rakyat dicuri pulsanya
kemarin semua rakyat dirampok para pejabat
sekalian meresah gelisahkan pendidik

(Pondok Petir, 31 Desember 2013)

  • view 57