Surat Untuk Sahabatku

Dwi Edwella
Karya Dwi Edwella Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 06 Februari 2016
Surat Untuk Sahabatku

Rasanya sudah bertahun - tahun kita tak bertemu, tidak bertegur sapa,tidak saling berkirim pesan.Rasanya ber mil-mil jauhnya antara kau dan aku, walaupun ternyata kau sangat dekat disini

Sahabatku..

Semenjak hari itu,kau mulai menjauh, tak begitu ceria, tak tertawa lepas, tak sehangat dulu..aku tak tau kapan "semenjak itu" ?terjadi.?Yang jelas aku, kamu dan kita tak seakrab dulu lagi.?

Sahabatku..

tadi seorang sahabatku juga (sama seperti mu) memberi sebuah kabar yang sangat menyakitkan hati ku, pedih, sedih, dan kecewa mendengarnya.

Apa yang pikirkan saat itu sahabat ku? apakah dunia ini hanya kau? atau kau marah padaku? pada kami??Ya memang saat itu aku tak tergerak, tapi kau kenapa? karena kau telah membentangkan jarak yang sangat lebar antara kita. Yang membuatmu seperti orang lain! Jika itu yang membuatmu marah karena tak ada yang peduli, bagaimana ketika aku terbaring lemah, muntah, panas tinggi, nafas tersengal - sengal, tak berdaya, adakah kau menjenguk ku? melongok, atau sekedar bertanya "bagaimana kabarmu teman?" tak sedikitpun, padahal kau tahu!

Sahabat..

Jika karena itu kau marah,maka kita pada posisi yang sama. Tak berhak kau marah padaku! tapi akankah waktu yang telah 6 tahun ini akan putus begitu saja? kita bukanlah sekumpulan orang bar- bar kawan, yang hidup tanpa aturan, tanpa kasih sayang, tanpa maaf. Kita manusia biasa yang tak luput dari dosa dan khilaf. Aku, kamu, dan kita tak mungkin saling menyinggung.Namun terlalu sayang jika tali sahabat itu terputus begitu saja.

Sahabatku..

Aku tak berharap kau memanggilku sahabat, teman, ataupun kawan, tak jua aku berharap kau menganggapku sahabat.?Tapi sebagai seorang yang menganggapmu teman, sahabat, saudara, aku hanya ber doa semoga berada pada jalan yang tepat dan terbaik.?

Banyak yang telah kita lalui, tak usah takut karena kita tak akan pernah kehilangan apapun. Seperti kata Soe Ho Gie "Kita pernah kehilangan apa - apa, karena kita tidak menanam apa -apa sayang".Kita telah melewati masa - masa indah walaupun sekarang "sakit" itu mengalahkan semua kebersamaan ini. Tak apa aku dan sahabatku yang lain masih seperti dulu, masih mengingat semua untuk seorang sahabatku..

Semoga yang terbaik yang kau dapatkan.

?

  • view 374