KurinduITD - Untukmu Agamamu Untukku Agamaku

Edelweis bintun as
Karya Edelweis bintun as Kategori Agama
dipublikasikan 20 November 2016
KurinduITD - Untukmu Agamamu Untukku Agamaku

Islam agamaku dan aku bangga menjadi seorang muslim.
Aku bersaksi bahwa Allah Tuhanku dan Muhammad adalah Nabiku.
Islam agamaku dan Al-Qur’an sebagai pedoman hidupku.
Sholat tiang agamaku, dan beramar ma’ruf nahi munkar perintah Tuhanku.
Islam agamaku, dan Indonesia adalah negaraku.
Merah putih benderaku.
Burung garuda lambang negaraku.
Aku bangga menjadi seorang muslim dan terlahir di bumi pertiwi Indonesia.
Tiang agama kutegakkan.
Bela negara adalah kewajibanku.
Jiwa raga ini untuk agama dan negaraku.
Jangan tanyakan mengapa aku muslim.
Seperti aku yang tidak pernah bertanya mengapa kau  non muslim.
Salahkah aku menjadi seorang muslim?
Mengapa kau menatapku begitu marah dan penuh dengan spaning?
Begitu banyak agamaku terkena isu miring.
Bagaikan tetesan air hujan yang jatuh ke bumi, mengalir deras tiada henti.
Penuh hujatan dan cacian di sana sini.
Keimanan kami seakan diuji.
Kami berjihad mengikuti panggilan hati.
Membela agama dan negara yang kami cintai.
Tapi ketahuilah kawan..sungguh
Jihad yang aku maksud tidak seperti yang kau pikirkan.
Jihad yang aku maksud bukan dengan peperangan.
Mengangkat senjata dengan semangat membara meneriakkan kalimat takbir “Allahu Akbar”.
Jihad yang aku maksud bukan dengan bom.
Memasang bom di tempat-tempat ibadah, di tempat-tempat ramai pengunjung, atau dengan melakukan bom bunuh diri.
Puluhan bahkan ratusan nyawa tak berdosa ikut menjadi korban.
Teriakan histeris dan tangisan pilu para korban seakan menyayat-nyayat hati.
Darah berceceran, jasad manusia bergelimpangan bak hamparan ikan di tengah lautan merah.
Bangunan  hancur porak poranda, lingkungan sekitar seolah babak belur akibat ledakan bom.
Menganggap itu semua adalah bagian dari jihad untuk menegakkan agama Allah di bumi pertiwi.
Apakah kau pikir hati kami tidak tersayat pilu  melihat kezholiman itu terjadi?
Apakah kau pikir hati kami terbuat dari batu sehingga seenak saja merenggut nyawa orang dengan cara yang sadis?
Bagaimana jika teroris itu dituduhkan kepada umat non muslim?
Apakah kalian bisa menerima begitu saja, padahal kalian tidak melakukannya?
Apa yang akan kalian lakukan?
Aku yakin hatimu sama seperti hatiku, tidak tega melihat kezholiman itu terjadi, bahkan tidak menginginkan kezholiman itu terjadi.
Kenapa?
Karena hatimu dan hatiku sama-sama diciptakan oleh zat yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, yang penuh kasih tiada terbilang yaitu Allahu robbul’aalamiin.
Kawan…
Jihad yang aku maksud bukan pula dengan kekerasan.
Memaksa orang lain untuk ikut memeluk agama Islam.
Robbku mengajarkan dalam kalimah-Nya yang Agung: “Tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam”.
Sungguh, apa yang kau pikirkan itu tidak benar.
Islam bukan teroris seperti yang kau tuduhkan.
Islam cinta kedamaian.
Agamaku mengajarkan, Islam adalah Rahmatan lil’aalamiin (Rahmat bagi semesta alam).
Banyak terjadi kesalahpahaman dalam memahami bahwa gerakan terorisme adalah konsep jihad dalam Islam.
Sungguh itu adalah pemahaman yang keliru.
Jika Islam dianggap teroris, bagaimana dengan Yahudi yang menggempur Palestina tiada henti?
Ketahuilah kawan..
Jihad bukanlah hanya dalam bentuk peperangan saja.
Memerangi orang-orang yang non muslim.
Menzholimi hak-hak mereka sebagai warga negara Indonesia, sehingga memberikan kesan buruk pada agamaku.
Sungguh tidak demikian.
Ulama kami pun mengatakan “Sekali-kali tidaklah jihad itu berperang dengan kafir. Jihad itu mengandung arti, maksud, dan tujuan yang luas”.
Tahukah kau bahwa jihad yang aku maksud adalah dengan melawan hawa nafsu.
Meninggalkan segala bentuk kejelekan, meningkatkan kualitas diri dan umat, serta meningkatkan akhlak diri dan umat.
Menuntut ilmu kapanpun dan di manapun agar dapat menyampaikan ajaran Islam dengan benar.
Meluruskan pandangan yang kurang tepat.
Tujuannya adalah agar Islam tidak dipandang buruk di mata masyarakat, khususnya masyarakat non muslim.
Islam agamaku dan aku bukan teroris.
Kawan, perang dalam Islam hanya boleh terjadi dengan syarat kaum muslim sudah dimusuhi secara kekerasan pula.
Inilah dakwah Islam yang dicontohkan oleh Nabiku Muhammad SAW.
Indonesia negara yang aman dan damai.
Negara yang menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama.
Menjamin kebebasan beragama dan beribadah setiap orang sesuai agamanya.
Islam cinta damai, begitupun negara ini.
Sangat tidak benar apa yang kau tuduhkan itu.
Bagaimana mungkin Islam mengajarkan kekerasan terhadap sesama manusia, sedangkan membunuh semut pun kami dilarang.
Aku yakin tidak hanya ajaran Islam saja yang melarang kekerasan.
Agamamu pun begitu.
Tidak ada satu agama pun di muka bumi ini yang mengajarkan umatnya untuk melakukan kekerasan.
Kawan, daripada kita sibuk mencaci maki dan mencari-cari kesalahan.
Lebih baik kita saling menerima dan memaafkan.
Saling berlapang dada menerima segala bentuk perbedaan.
Saling bergandengan tangan memperkuat persatuan dan kesatuan mempertahankan NKRI sebagai harga mati.
Jika ada diantara anak bangsa ataupun bangsa lain, baik dia muslim ataupun non muslim yang ingin mengobrak-abrik NKRI, berarti dia adalah musuh kita bersama.
Kawan, bukankah Indonesia negara yang aman dan damai?
Negara yang terkenal dengan keragaman agama, suku, ras, dan budayanya, namun tetap terintegrasi dalam naungan Bhinneka Tunggal Ika.
Negara yang menjunjung tinggi toleransi dan hak asasi manusia, khususnya hak asasi warga negara Indonesia dalam memeluk dan meyakini ajaran agamanya.
Yakinlah kawan, bahwa kita memiliki hak yang sama meskipun berbeda agama.
Untukmu agamamu, untukku agamaku.

Dilihat 222