Persahabatan Bukan Kepompong

Dyshelly Nurkartika
Karya Dyshelly Nurkartika Kategori Inspiratif
dipublikasikan 20 Mei 2016
Persahabatan Bukan Kepompong

Lagi pengen nulis tentang persahabatan dengan bahasa yang santai. Ini random banget sih, tapi namanya juga nulis yang lagi tiba-tiba kepikiran. Again, ditanggapi dengan santai yaaa, para pembaca *kedip-kedip*. Kasian juga ini yang nulis, udah lama nggak nulis di tumblr jadi kerasanya kagok. Hehe.

Punya sahabat atau temen deket memang udah nggak aneh. Coba, berapa sahabat yang kamu punya? Berapa temen deket yang sering jadi tempat kamu cerita? Nggak banyak sih, mungkin, tapi ada kan? Namanya sahabat atau temen deket pasti apa-apa dia mesti tau, kalau kita kenapa-kenapa dia pasti salah satu orang pertama yang jadi tempat ngadu, termasuk yang paling bikin nyaman.

Tapi kalau sahabat kita lawan jenis gimana?

Oops..

Beberapa diantara kita memang punya kecenderungan lebih nyaman berteman sama lawan jenis sih, alasannya, lebih bisa diajak tukar pendapat, lebih asyik, punya cara berpikir dari sudut pandang lain, bla…bla..bla..

Tapi udah pernah denger “dari temen jadi demen” belum? Hahahaha *ketawa keras*

Indeed, nggak memungkiri banget, hubungan pertemanan antara laki-laki dan perempuan emang harus dibina dengan hati-hati. Kenapa? Yang nulis lebay banget sih? Bukan, bukan gitu, masalahnya tau sendiri kan, hati manusia gampang banget dibolak-balik. Dan kalau kata anak muda, yang namanya perasaan kecondongan hati nggak akan pernah kita tahu kapan datangnya, kepada siapa, dan dengan cara bagaimana.

Sering ketemu, sering keluar bareng, sering chatting, telepon pas kesepian, curhat pas ada masalah, ditambah ngasih-ngasih hadiah bisa bikin salah satunya jadi baperan *lampu merah kedip-kedip*. Oh dalam hal ini perempuan lebih lemah kecondongan hatinya. Iya kan? Iya lah, nggak usah ngeles deh.

Lebay deh. Santai kali. Aku percaya lah dia orangnya nggak akan gitu. Aku percaya dia nggak akan baper.

Yakin? Seberapa yakin? Yang kamu lihat bisa beda sama yang dia rasain. Yang kamu katakan bisa jadi beda juga sama yang kamu rasain. Indeed, hanya Allah yang tahu.

At-Taghaabun : 4, “Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati.”

Perempuan emang sukanya menerka-nerka nih. Bandel. Aneh dikit dipertanyakan. Kenapa dia perhatian banget ya? Kenapa dia sering banget ngehubungin? Kenapa dia sering ngasih hadiah? Sebenernya dia ke aku gimana ya? Niat awalnya cuma berteman dan yakin nggak bakal baper, eh, temen laki yang satu ini baik banget ya *geleng-geleng*. Tapi yang terjadi seringkali yang laki-laki ngerasanya biasa aja, sementara yang perempuan lama-lama ngerasa pertemanan ini perlu dipertanyakan (tapi ada juga sih yang situasinya terbalik). Aduh biung, jangan sampai yah.

Itulah mengapa Islam begitu mengatur kedekatan antara laki-laki dan perempuan. Iya sih namanya cinta emang fitrah manusia, nggak harus dihindari, bukan dosa kok *tapi di rem ya*. Kalau belum siap berkomitmen, jangan main-main lah sama perasaan berkedok persahabatan. A big NO!

Persahabatan yang kentara kedekatannya lama-lama jadi demanding lho, makanya hati-hati. Soalnya bisa jadi gara-gara hal ini, melibatkan perasaan, terus pertemanannya jadi renggang. Ngerasa aneh nggak sih? *kerenyitin alis*

Yang perempuan akan bilang, ya dia anaknya PHP sih, aku udah sering banget dibaikin, diperhatiin, didengerin. Pas perasaanku udah beda, eh terus dia berubah. Halo, sayang, coba untuk nggak menggantungkan harapan sama manusia ya. Jangan pertanyakan juga pertemanan yang kalian punya. Oh, sekarang bergaul sewajarnya, semua temen sama. Jangan anggap seseorang serius kecuali dia berani datengin dan minta dengan gentle ke keluarga kamu. Ok? Noted? Ok *toss*.

Yang laki-laki akan bilang, ya dia anaknya baperan, aku sih nggak PHP, aku emang gini anaknya, aku baik sama semua orang. Halo mas ganteng, coba dipikir lagi, perempuan kalau dibaikin, diperhatiin, didengerin, meski cuma sama ‘temen’, lama-lama luluh lah, namanya juga perempuan. Jangan jadikan ‘baper’ sebagai alasan, jangan jadikan feeling ‘aku percaya dia nggak akan baper’ sebagai excuse. Coba pertanyakan sikap kamu selama ini. Kalau sikap kamu gitu terus sama temen lawan jenis di sekitar kamu, masa mau dibikin baper semua? *lirik bete* Rem kebaikan hati kamu demi temen kamu sendiri. Ok? Noted? Ok.

Intinya dalam pertemanan lawan jenis, dua-duanya mesti sama-sama menjaga. Dalam hal ini, bersikap sewajarnya, berekspektasi sewajarnya, dan bergaul sewajarnya. Yang perempuan jangan mudah luluh sama kebaikan dan perhatian. Temen kok? Iya, tapi sadari kalau perempuan lemah sama hal begini, dan untuk jadi kuat perlu tekad yang kuat juga. Easy lah. Bisa? Ok? Sip! Yang laki-laki jaga diri baik-baik, jangan sampai kebaikan disalah artikan sama orang lain, malah menimbulkan omongan orang yang macem-macem. Di rem. Ok? Sip! Kecuali kamu mantap sama sahabat perempuanmu sih ya komitmen dengan serius aja, jangan pake excuse sahabatan segala.

Kalau kalian jodoh juga bagus kok, sama-sama udah ngerti satu-sama lain dan terbiasa satu-sama lain. Tapi setelah datangi wali dan halalkan, baru deh boleh bilang “Lucky, I’m in love with my bestfriend!” *peluk satu-satu, yang laki nggak dipeluk yak, bukan muhrim*

Semoga tulisan ini mencerahkan dan menghibur yaaa…

Cheers,

 

Dyshell

  • view 142