Cerita Rindu

Dyah Oktavia
Karya Dyah Oktavia Kategori Puisi
dipublikasikan 28 Mei 2016
Cerita Rindu

 

 

Sebentarlagi senja, mari kita pulang. Ada ilalang yang menunggu kita dalam perjalanan. Sepertinya ia telah rindu beradu dengan kulit kita. Dengan senyummu terutama. Sudah cukup kita bermain dengan angin disini. Lagi pula angin masih bisa menemani kita sepanjang perjalanan. Sedang ilalang, ia tak bisa kemana-mana. Kita yang harus menghampirinya. Kemudian akan kuceritakan padanya rasa yang pernah diceritakannya padaku, saat ia beradu dengan senyummu. Dan akan aku ceritakan padamu tentang rasa yang pernah kau ceritakan, saat kau berada diantara ilalang.

Mari kita pulang. Ada pohon yang telah menanti kita disana. Di tempat kita biasa bermain ayunan. Seperti yang lain, dia telah cukup lama menanti kita. Kamu terutama. Katanya ia sudah mulai lupa bobot badanmu. Padahal, hanya kau yang biasa digendongnya melalui ayunan yang tergantung pada dahannya. Aku hanya membantumu meraih daun pada dahan yang lain. Atau meraih buah jika sedang musimnya. Atau hanya sekedar meraih udara dengan kaki-kakimu. Jika kalian telah lupa bagaimana rasanya bermain bersama, akan kuceritakan seperti yang pernah kalian ceritakan padaku. Kita akan duduk bertiga, bercerita, kamu, aku dan pohon.

Mari, pulang. Disana ada bunga-bunga kecil di halaman rumah yang juga merindukanmu. Mereka rindu bermain di atas kain kerudungmu. Setelah kurangkai mereka membentuk lingkaran, biasanya kau akan mengajak mereka berlari. Terkadang melompat di udara atau menyapa rerumputan. Kadang mereka terjatuh hingga kau harus mengambilnya. Lalu kembali kau akan berlarian hingga puas. Hingga senja menyapa kita, dan kau memutuskan untuk berhenti berlari. Mengajakku menikmati indahnya yang hingga sekarang tak kumengerti caranya. Akhirnya keputuskan untuk menikmatinya dengan memelukmu. Kita akan hanyut dalam senja hingga ia tenggelam. Dan aku akan hanyut lebih jauh. Hanyut dalam kerinduanku akan kehadiranmu disini.

( pernah dimuat disini )

  • view 197