Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 11 Juni 2018   21:56 WIB
Percaya

Tak ada yang lebih menguatkan selain keyakinan itu sendiri //

Pada jiwa yang tak bimbang, terdapat batu karang yang tak getir oleh ombak yang menerjang //

Darisanalah mata air paling embun itu jatuh , sehimpit rasa dari teatrikal kehidupan di dunia yang hanya sejengkal ini //

Aku, bukan orang paling sabar, pun tak mengerti makna ikhlas yang kau ucapkan  //

Hanya keyakinan pada sang pemilik hidup //

yang menjadikan tangis tak pernah bertahan lama dalam jelaga sunyinya //

yang menjadikan bahagia tak melangit hingga mengangkasa jiwa //

yang menjadikan rindu tak berhujung pada lamunan tiada habisnya //

yang menjadikan amarah luluh oleh aib yang menganak pinak //

Segalanya tak bertahan lama, tercecap satu persatu //

Dalam gumam yang paling dalam atas segala perkara //

"Amantu bil-lahi tsumas-taqim"

Aku percaya // Aku percaya // Aku percaya 

 

Maka tiada yang lebih benderang dari kepercayaan itu //

Tiada yang mengekalkan kepedihan yang menyayat rasa //

Tiada yang mengabadikan telaga air mata //

Aku percaya // aku percaya // aku percaya //

 

Dan tentang keperihan  yang menjelma sebutir atom di sudut matamu //

Aku adalah anak dari 'pertolonganNya yang berkali-kali' //

Aku adalah hidup dari 'pertolonganNya yang berkali-kali' //

Aku adalah hamba dari 'pertolonganNya yang berkali-kali'//

"Amantu bil-lahi tsumas-taqim"

 

kepercayaan itu menjadi magnet dari segala gaya tarik kehidupan // 

Kadang Engkau sejajarkan harapanku dengan harapanMu//

Terkadang Engkau tinggikan apa-apa yang aku harapkan//

Hingga aku malu, telah panjang berkeluh kesah//

Sedangkan Engkaulah yang paling memahamiku daripada apa-apa yang ada//

"Amantu bil-lahi tsumas-taqim"

 

Karena aku bukan orang yang paling sabar dalam ruang tiga kali empat ini//

Dan tak mengerti hakikat ikhlas daripada siapapun yang pernah bernapas//

Tapi aku percaya// Hanya percaya//

Engkau yang menganugrahkan//

Maka, Engkau lah yang berkehendak menjaganya terhujam dalam jiwa kerdil ini//

 

Tetapkan hatiku pada hatiMu//

Pada jalan lurus menujuMu//

Dalam ampunan orang-orang yang Engkau beri nikmat//

 

 

Surabaya 10 september 2014

Karya : Dyah Ambarwati