Coca Cola dalam Sejarah Psikologi

Dwi Cheppy Dharmawan
Karya Dwi Cheppy Dharmawan Kategori Psikologi
dipublikasikan 15 Mei 2017
Coca Cola dalam Sejarah Psikologi

Sebuah perusahaan minuman soda dari Amerika Serikat memiliki sejarah menarik dalam  ilmu psikologi. Pada 20 Oktober  1909 agen federal di Amerika Serikat mendapat tugas dari pemerintah untuk memeriksa sebuah truk coca-cola yang dikabarkan beracun dan membuat kecanduan. Tuduhan tersebut ingin segera dibantah oleh pihak coca cola company dengan menunjukan bukti bahwa jumlah kafein yang terdapat dalam produknya tidak berbahaya terhadap tingkah laku manusia atau proses berpikir lainnya. Perusahaan memilih  membuktikannya dengan mencari seorang ahli psikologi untuk membuktikannya melalui sebuah penelitian

Pada awalnya coca cola meminta psikolog terkenal masa itu, James McKeen Cattell untuk pekerjaan tersebut, namun beliau menolak karena kurang menarik minatnya. Beberapa psikolog lain yang terkenal juga menolak tawaran tersebut. Hingga akhirnya seorang psikolog yang bernama Hary Hollingworth merasa tertarik untuk mengerjakan tugas tersebut. Alasan Hollingworth mengambil pekerjaan tersebut karena tertarik dengan bayaran yang cukup besar atas jasanya.  Alasan tersebut dapat dianggap normal sebab pada saat itu dia sedang membutuhkan uang yang tidak sedikit untuk biaya pasca sarjana istrinya dan penghasilannya sebagai pengajar di Barnard College bisa dikatakan sedikit.

Ketertarikan terhadap bayaran yang ditawarkan tidak membuat Hollingworth asal dalam melakukan tugasnya. Hollingworth justru membuat kesepakatan standar etis yang cukup tinggi dengan pihak coca cola company. Standar tugas yang diinginkan Hollingworth yaitu jika hasilnya bagus maka perusahaan dilarang menggunakannya dalam iklan atau pemasaran produk dan hanya untuk kebutuhan persidangan, sementara itu jika hasilnya jelek maka dia berhak untuk menyebar luaskan fakta tersebut.

Pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu 40 hari dengan melibatkan 64.000 pengukuran individu yang diberikan berbagai macam dosis kafein. Hasilnya tidak ditemukan adanya efek berbahaya ataupun sekedar penurunan yang membahayakan dalam peforma berpikir manusia. Berdasarkan hasil tersebut maka coca cola company berhasil membantah tuduhan dengan bukti yang kuat.

Hasil tersebut memberikan pelajaran yang luar biasa bagi para psikolog.  Hollingworth menujukan bahwa riset eksperimental dapat didanai oleh perusahaan besar tanpa harus mendikte ataupun memprasangkai hasilnya. Selain itu juga menunjukan bahwa seorang ahli psikologi bisa memiliki karir cemerlang dengan finansial yang baik tanpa harus menantang integrasi dan intelektualitas mereka

Sumber: Schultz, Duane P. & Sydney Ellen Schultz (2014). A Hystory of Modern Psychology. Wadswoth

  • view 49