Penjelajahan Iblis # Tentang Jiwa (4)

Duma Rachmat
Karya Duma Rachmat Kategori Agama
dipublikasikan 08 Maret 2016
Penjelajahan Iblis # Tentang Jiwa (4)

Tersebutlah dia?Iblis.
?
Tercipta dari api. Berasal dari bangsa jin. Dengan sebab aeon-aeon kesalehannya dia dapat berdekatan dengan para malaikat yang tercipta dari Cahaya.
?
Dalam masa penantian yang panjang dan dalam ketidakmenentuan ini, iblis menanti juga dengan harap-harap cemas khazanah yang baru itu.
?
Satu per satu malaikat lewat di depan khazanah tersebut dan keanehan-keanehan itu pun tampak di kernyitan mata mereka.
?

?Gambar aneh apa yang tengah dilukis Allah ini? Bunglon macam apa yang diciptakan Allah di balik tirai Kegaiban itu??

Hingga sejauh ini tak dari satu dari mereka yang diberitahu Tuhan tentang apa yang sedang dikerjakan-Nya itu.
?
Begitu pula dengan Iblis. Namun sebab rasa ingin tahunya, dia pun berjalan berkeliling mengitari Khazanah ciptaan baru tersebut. Saat penjelajahan itu Iblis melihat mulut khazanah tersebut terbuka.
?Aha, kini kutemukan jalan untuk masuk dan memecahkan segenap kebuntuan dan misteri ini. Aku akan masuk dan melihat tempat macam apakah ini.?
?
Saat Iblis masuk ke tempat tersebut terkagetlah dia, sebab khazanah tersebut mirip dengan dunia. Makrokosmos yang pernah dikenalinya. Di sana dia menemukan seluruh pengejawantahan alam semesta.
?
Ditemukannya kepala yang mirip dengan langit dengan tujuh petala. Dia menemukan di kepala ada tujuh fakultas: imajinasi, intuisi, refleksi, memori, ingatan, pengendalian, dan sensus communis[1]
?
Iblis mendapati tubuh yang dikunjungi itu sebagaimana bumi yang mengalirlah sungai-sungai, ditumbuhi pepohonan, dan ditempati gunung-gunung yang menjulang. Rambut yang panjang bagaikan pepohonan, rambut-rambut yang pendek seperti yang ada di seluruh tubuh laksana rerumputan di padang. Ada juga urat nadi yang seperti sungai yang mengalir dan tulang-tulang seperti gunung yang menjulang.
Penjelajahannya pun sampai pada pengenalan bahwa di Khazanah ini sebagaimana makrokosmos memiliki empat musim.
?
Musim semi yang dilihatnya pada dunia berhawa panas itu didapatkan dari adanya empedu kuning[2]. Musim gugur dimana tetumbuhan di makrokosmos menggugurkan daun-daunnya, itupun didapatkannya dari empedu hitam[3] yang membawa hawa dingin. Musim panas dihasilkan oleh darah[4], sementara musim dingin disebabkan adanya lendir[5] yang melapisi beberapa bagian dari tubuh Khazanah tersebut.
?
Kekagetan Iblis tak bertahan lama, sebab yang dilihatnya sebenarnya pernah dilihatnya. Namun rasa ingin tahunya membuatnya, tetap menjelajah mengelilingi khazanah ciptaaan terbaru dari Tuhan itu.
?
Saat berkeliling itu dijumpainya, sebuah paviliun. Dengan alun-alun luas yang berupa dada. Ini mirip dengan istana raja dengan yang memiliki alun-alun luas di depannya. Berusahalah Iblis memasuki istana ?hati? tersebut. Namun berulangkali mencobanya tetap tidak bisa memasukinya.
?
Iblis berkata pada dirinya sendiri, ?Semua yang kulihat dapat kumasuki. Semua yang kujelajahi dapat kupahami. Namun yang satu ini benar-benar membuatku sakit hati. Ini benar-benar telah membuatku menderita. Ini benar-benar hal khusus yang diciptakanNya. Mutiara apa yang sedang disembunyikanNya di dalam istana ini? Rahasia apa yang sedang ditutupiNya dari kami semuanya??
?
Dengan perasaan kesal luar biasa, Iblis pun mendapati para malaikat sedang berkumpul. Mendekatlah dia pada kumpulan malaikat itu dan berkata, ?Khazanah ini tidak ada apa-apanya. Semuanya sama dengan apa yang pernah kita lihat di dunia. Ini seperti hewan-hewan lain yang ada di dunia. Walaupun ada satu tempat yang tidak bisa kumasuki?entah apa itu akan disebut. Tapi aku yakin ini bukan apa-apa. Jadi hentikanlah rasa penasaran kalian itu. Sebab ini bukan apa-apa.?
?
Malaikat pun hanya mengangguk tak bermakna. Sebab mereka sendiri masih menunggu penjelasan langsung dari Tuhan.

Sementara dari kejauhan Khazanah itu pun berbisik, ?Tunggu waktunya, kalian tak mengenalku saat ini. Akan kusebutkan nama-nama kalian satu demi satu. Sungguh, itulah yang Dia ajarkan kepadaku.?

?
?
Gambar diambil dari sini
?
?
?
[1] Indera dalam (internal) di mana ini merupakan tempat semua indera yang ada di luar. Indera ini menjadikan data indera sebagai persepsi.
[2] Empedu kuning (chole) bersifat kering.
[3] Empedu hitam (melanchole) bersifat basah
[4] Darah (sanguis) bersifat panas
[5] Lendir (phlegma) bersifat sifat dingin

  • view 165