Bertemunya Alam dengan Canggihnya Teknologi

dreamy~
Karya dreamy~  Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 03 Februari 2016
Bertemunya Alam dengan Canggihnya Teknologi

Siapa bilang Indonesia Gagap Teknologi? Sekalipun Negara ini notabene diselimuti hutan rimba dan lebih didominasi warga daerah perkampungan, tapi tetap saja bumi pertiwi ini selalu berusaha untuk maju, terutama di bidang teknologi.

???? Melihat realitas yang ada, penulis memiliki impian dengan memberi kontribusi yang bermanfaat untuk tanah air tercinta kita ini, Indonesia. Dengan penuh syukur, impian itu bisa menjadi kenyataan di tahun 2009 lalu, meski hanya sekedar kontribusi kecil bagi penduduk pedalaman Indonesia. Impian itu dimulai dari perjalanan hidup seusai sekolah Menengah Kejuruan, penulis berupaya langsung mencari pekerjaan yang sesuai dengan jurusan sekolahnya. Tidak dapat di sangka, pada bulan Juni 2009 lalu persis beberapa hari setelah pengumuman kelulusan, penulis diterima kerja di sebuah perusahaan vendor telekomunikasi yang bermedia Very Small Aperture Terminal (VSAT). Sedikit ilmu teknologi bagi para inspirator, VSAT adalah media telekomunikasi gelombang radio berbasis antena parabola yang diameter reflectornya kecil. Berkisar 0,8 m hingga 4,5 m.

???? Alangkah beruntungnya, ternyata tempat penulis bekerja mendapatkan proyek Universal Services Obligation (USO) yang berhasil di tanda tangani oleh salah satu operator GSM di Indonesia dengan pemerintah Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo). Penandatanganan dilakukan oleh Dirut Telkomsel, Kiskenda Suriahardja dan Kepala Balai Telekomunikasi dan Informatika Perdesaan (BTIP) Ditjen Postel - Depkominfo Santoso Serad yang disaksikan oleh Menkominfo, Muhammad Nuh dan jajaran eselon I di Depkominfo di Jakarta pada tanggal 4 Februari 2009. Proyek ini diberi nama ?MERAH PUTIH?, karena proyek ini bertujuan untuk menyebarluaskan kemudahan berkomunikasi bagi seluruh warga di Indonesia, terutama di daerah pedalaman Indonesia dari sabang sampai marauke. Singkat cerita, penulis dan teman-teman teknisi ditugaskan di daerah pedalaman Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Dan sangat luar biasa, baru kali itu penulis melihat Indonesia, sebuah Negara yang memiliki hutan yang terhampar luas dan laut yang terbentang indah.

???? Pelosok demi pelosok akan kami lalui. Desa-desa terpencil akan kami 'tempa' menjadi sebuah desa yang canggih, yang dilengkapi dengan peralatan Teknologi Informasi (TI) berupa telepon nirkabel (wireless) untuk melakukan panggilan atau komputer PC untuk mengakses internet. Tujuan lokasi desa pertama penulis adalah desa Simambal, kec. Dolok, kab. Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Awalnya penulis sedikit khawatir, karena ini kali pertama penulis ke daerah luar kota tempat penulis menetap. Tapi ternyata, semua kekhawatiran itu kandas setelah melihat warga desa disana. Mereka sangatlah ramah. Di sana saya bertemu dengan orang-orang desa yang rukun dan bijak. Saya salut dengan mereka yang asli Indonesia. Bahkan anjing dan kucing desa pun terlihat akur sekali. :D


???? Inilah yang hebat dari Indonesia. Di kesederhanaan rumah kayu desa simambal seperti di atas, terdapat alat telekomunikasi canggih sekelas perkotaan. Melihat hal ini seperti, umpama langit dan bumi. Di rumah kayu yang alasnya adalah tanah, tapi terdapat canggihnya Modem (Modulator - Demodulator) dan Router untuk jaringan VSAT. Juga ada Solar Panel System (SPS) atau Un-interupted Power System (UPS).
???? Biasanya, pekerjaan selesai setelah tiga sampai enam hari disana. Dan selama disana, penulis menjadi tamu yang sangat terhormat. Dengan makanan khas desa, kesantunan warga dan kepala desanya membuat penulis tidak ingin berpisah dengan mereka. Namun apa daya, masih banyak desa yang harus kami singgahi untuk 'dicanggihkan'. Ucapan terima kasih dengan menggunakan bahasa batak mengiringi perpisahan kami dengan warga desa. Sungguh mengharukan. Tetapi kami tak boleh hanyut dengan rasa ini, karena masih banyak tugas yang harus diselesaikan.

???? Menuju desa ke-2 yang bernama Desa Siloung, penulis melanjutkan perjalanan dengan diantar oleh penduduk dari desa pertama, Desa Simambal. Di sana penulis akan meng-install telepon nirkabel. Fungsi telepon itu nanti untuk telepon desa yang di gunakan bagi seluruh warga desa setempat. Sehingga desa yang dipasang jaringan telepon ini di sebut "Desa berdering". Sampai di sana, penulis langsung di sambut hangat oleh kepala desa dan warganya.

???? Setelah itu kami langsung bekerja sama memasang antena VSAT. Kami pun bergotong-royong. Dengan ukuran dish 1,8 m, cukup besar bagi penulis sendiri untuk mengangkatnya. Untunglah warga kampung Siloung sangat ramah dan baik. Sehingga banyak sekali yang membantu. Setelah status jaringanya online, lagi-lagi kami harus berpisah. Padahal baru empat hari disana. Sedih sekali rasanya jika harus meninggalkan harmonisnya suasana desa. Kalau saja Pak Habibi, Bapak Teknologi se-Indonesia ada disini, mungkin beliau juga akan terharu melihat warga desa di Indonesia ini. Tapi demi amanah dan tugas, kami lalui itu semua dengan semangat juang'45. Tak gentar mengarungi gunung-gunung tinggi Sumatera selatan, tak surut melewati rimbanya hutan dan derasnya sungai yang mengalir di desa-desa Indonesia. Demi majunya Indonesia di bidang teknologi, sudah sepatutnya semangat MERAH PUTIH kita tegakkan di Indonesia, dari sabang hingga marauke!

HIDUP TEKNOLOGI INFORMASI INDONESIA!!

Baca dan lihat juga foto dan tulisan dreamy disini :)

Foto?Perbedaan Berani dan Nekat di Indonesia
Tulisan Bertemunya Alam dengan Canggihnya Teknologi
Tulisan Ada Monster di Rumah ku
Foto Ketika Teknologi menyatukan manusia
Tulisan Generasi Yang Tertidur
Tulisan pertama Akulah Impian itu

  • view 256

  • dreamy~ 
    dreamy~ 
    1 tahun yang lalu.
    Semoga tulisan ini bisa menginspirasi para calon inspirator agar lebih dapat memaknai kehidupan jadi lebih indah. terus gapai impian mu, para inspirator! salam persahabatan dari saya, dreamy ^,~