Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Politik 4 Februari 2018   13:15 WIB
Ikhtiar Mengembalikan Kejayaan Nusantara

Mengembalikan kejayaan nusantara bukanlah sebuah pepesan kosong. Ikhtiar ini telah dikumandangkan Bung Karno berpuluh tahun silam sebagaimana yang tersirat dalam gagasan “Indonesia Raya” yang dimana konsepsi tersebut bersumber dari konsepsi klasik “Nusantara Raya”. Bung karno dengan visi besarnya ingin menaklukan kembali wilayah kekuasaan Majapahit sebagaimana dalam “negarakertagama” melalui pengintegrasian wilayah jajahan nusantara.

Walaupun pada akhirnya gagasan bung karno tersebut tak terwujud. Ambisi Bung Karno ini dapat dibuktikan dengan tidak adanya secara jelas batas-batas wilayah Republik Indonesia namun hanya disebutkan “bekas jajahan hindia belanda” (Azas Uti Possedetis Juris), tidak dicantumkannya batas-batas wilayah Indonesia pada saat kemerdekaan bukanlah karena kealpaan Bung Karno, melainkan kegagalan mencapai kesepakatan terkait gagasan “Indonesia Raya” yang didengungkan tahun 1945 dalam pidato Bung Karno. Bung Karno menyebutkan diantaranya bahwa yang dimaksud Indonesia adalah segala penduduk yang telah ditahbiskan Tuhan mendiami kesatuan geografis kepulauan indonesia dimana termasuk rakyat Sabah dan Guinea, (Yamin 1945:70-71).

Kini, semangat mengembalikan kejayaan nusantara didengungkan kembali. Tak lain dan tak bukan, semangat itu digelorakan oleh sekelompok pemuda yang mengatasnamakan dirinya Konfederasi Mahasiswa Nusantara (KMN) . Sebagai sebuah manifestasi gerakan baru, KMN berikhtiar untuk meneruskan perjuangan Bung Karno untuk menaklukan kembali kejayaan nusantara, Bukan untuk menaklukan wilayah, tapi menebar pengaruh dan membangun peradaban melintasi cakrawala samudera nusantara.

Alfian Akbar Balyanan

(Presiden Konfederasi Mahasiswa Nusantara)

Karya : Alfian Akbar Balyanan