Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Motivasi 18 November 2017   22:56 WIB
Kepada Sang Pejuang!

Kepada Sang Pejuang! - Perenungan mendalam senantiasa melahirkan gagasan baru. Gagasan baru tersebut hadir sebagai sintesa yang secara terus-menerus memperbaruhi cara pandang dan cara tindak dalam menunaikan perjalanan kehidupan. Ada yang memilih untuk berhenti dan pergi bersama seluruh visinya, ada pula yang memilih untuk terus berjuang mengarungi gemerlapnya semesta. Pilihan ini tentu acapkali menghantui pikiran. Namun, bagi seorang pejuang, bukanlah hasil yang menjadi orientasi, tapi proseslah yang menjadi tujuan. Inilah sejatinya hidup. Dinamika menimbulkan ketidakpastian. Pilihan akan terus mewarnai perjalanan. Master plan dapat runtuh seketika. Untuk itu, dengan bersandar kepada pemilik semesta alam niscaya ketidakpastian ini akan menemukan titik cerah.

Abraham Lincoln pernah berseloroh “Agar dapat memprediksi masa depan maka cara terbaik ialah dengan menciptakannya”. Pertanyaan kemudian muncul, lalu bagaimana cara menciptakan masa depan tersebut? sudah mutlak bahwa visi lah yang menjadi jawaban. Sebab, seseorang dapat hilang ditelan zaman manakala tak memiliki visi dalam hidupnya. Visi lah yang menjadi penentu setiap pergumulan, visi lah yang senantiasa membangkitkan keterpurukan. Visi lah yang menciptakan optimisme dalam menghadapi tingginya entensitas gelombang tantangan. Visi menuntut kita untuk berpikir dan bertindak secara orisinil tanpa menghiraukan presepsi ideal yang tak berdasar.

Visi yang lahir tentu tak boleh berada dalam ruang hampa. Kata Prof. Salim Said, “Visi terbaik ialah visi yang memiliki kaki”. Artinya visi tersebut dapat berjalan secara konkret dan dinamis. Visi dapat digantungkan setinggi mungkin sekalipun dianggap sofis, sehingga walaupun engkau jatuh maka engkau kan jatuh diantara bintang-bintang (Bung Karno). Seseorang yang berjalan dengan visi maka ia akan senantiasa mengakselerasi aktivitas kehidupannya dengan laju, bahkan dapat melampaui kondisi ideal. Sebab, ia tak berjalan diatas penilaian orang. Walaupun sejatinya ia terbatas akan ruang dan waktu. Namun, ia selalu cerdik dalam menemukan formulasi yang tepat sehingga dapat melewati tapal batas yang menghambatnya.

Akhir kata, bergegaslah siapkan selembar kertas dan pulpen. Tuangkan seluruh visi. Sandingkanlah visimu dengan pedoman ilahi. Dan berjuanglah gapai visi yang telah engkau goreskan. Bukalah kertas itu, manakala engkau jenuh dalam berjuang. Kompromilah dengan metodemu manakala kurang efektif dan bergegaslah mencari metode baru yang relevan. Sisihkan waktumu tuk sekedar berdialektika dengan diri. Sehingga pada akhirnya engkau membuka selembar kertas kusam itu dengan rasa haru dan bangga, tenggelamlah dalam doa seraya mengucapakan syukur atas keberpihakan Sang pencipta kepadamu.

 

 

Alfian Akbar Balyanan

(Presiden Konfederasi Mahasiswa Nusantara/Founder Rabel Foundation)

Jakarta, 18 November 2017

Karya : Alfian Akbar Balyanan