Menjaga Hati atau Ngikut Trend (Edisi Malu jadi Jomblo)

Rahma Dona
Karya Rahma Dona Kategori Inspiratif
dipublikasikan 15 Maret 2016
Menjaga Hati atau Ngikut Trend (Edisi Malu jadi Jomblo)

Hidup di zaman sekarang ini, betapa banyak yang merasa malu sekali menjadi jomblo/single atau belum memiliki pasangan. Betapa banyak remaja yang terdoktrin jika tidak pacaran tidak keren/tidak laku atau aneh/asing di kehidupan sosial.

Mungkin hal tersebut terkadang membuat kita goyah, berusaha kuat ditengah terpaan yang melanda. Hanya saja hati yang bolak balik ini, terkadang tidak kuat dan terkadang gundah.

Sebagai manusia dan insan yang biasa hal ini wajar terjadi, setiap orang memiliki kegelisahan masing-masing didalam dirinya dan setiap orang memiliki keputusan yang berbeda-beda dalam tindakan serta menggenggam erat prinsip masing-masing (jomblo sampai halal hehe).

Ketahuilah saudaraku, sebagai seorang muslim, agama kita sangat mengatur hubungan antara laki-laki dan perempuan (baca deh Qs. Al-isra ayat 32). Dimana pada ayat ini dijelaskan untuk laki-laki muslim dan wanita muslimah untuk tidak mendekati zina (yah mungkin berdalih ?kan ga pegang2an??, tapi zina itu ga hanya dalam artian sentuhan aja loh tetapi zina hati, mata, telinga dll itu juga masuk loh). Jika mendekati aja udah dilarang apa lagi melakukannya. Iya ga?

Apakah dengan pacaran akan membuat semua permasalahan dan kegalauan di kehidupan sosial ini akan selesai saudaraku? Ah mungkin saja iya (pada awalnya berubah status), tapi pada akhirnya akan ada yang dirugikan dikedua belah pihak baik itu waktu, uang, dan perhatian, pikiran kita tercurah hanya pada permasalahan tersebut.

?Apakah status tersebut sangat penting untuk kita. Bagaimana mungkin seorang hamba dapat mengingkari Rabb nya demi terlihat keren dimata manusia (nah ini nih jawabannya, jika kita ingin terlihat baik di mata Allah, terkadang tidak selalu terlihat keren di mata manusia).

Masih banyak kok diluar sana orang-orang yang sangat mengapresiasi orang-orang yang menjaga dirinya sebelum nikah. Dan rata-rata seorang laki-laki ataupun wanita yang menjaga diri, cenderung juga akan mencari seseorang yang terjaga hatinya untuk menjadi ayah atau ibu bagi anak2nya kelak (cieeee). Indah bukan mendapatkan seseorang yang terjaga, yang pandangannya dia jaga, yang tangannya belum pernah menyentuh bukan muhrimnya, dan pada akhirnya menjadi seseorang yang menemani kamu sebagai kekasih halal (hadiah indah itu buat orang-orang yang bersabar).

Untuk kamu yang sedang menjaga hatimu, menjaga perasaanmu, menjaga matamu, telingamu dan dirimu ketahuilah akan ada hadiah terindah dari Rabb mu untuk orang-orang yang bersabar, tidak perlu sedikit-sedikit galau, sedih hanya karena tidak punya pasangan yang belum halal (mangat yakk J ).

Diluar sana masih banyak kok orang-orang yang bahagia di saat kesendiriannya, menghebatkan diri dan memantaskan diri saat waktu itu tiba, waktu dimana dipersatukannya jiwa yang sama-sama terjaga, merindu dalam doa, meminta lewat istikhara. Lagian tidak semua orang kok yang menganggap jadi single itu sesuatu yang tidak keren.

Orang-orang yang menjaga diri sambil bersabar jauh lebih keren saudaraku, semangatlah, saat prinsip itu mulai goyah, saat komunikasi itu kembali terjalin dengan si dia, saat getar-getar cinta itu mulai datang kembali, lebih baik kuatkan hati kembali. Kan di dalam surat An-nur ayat 30-31 Allah berfirman untuk laki-laki ataupun perempuan menjaga pandangannya agar hati tetap terjaga dan kita tetap jadi insan yang mencintai Allah diatas segala-galanya. Semangat ya saudara seimanku.

Jika sudah memiliki prinsip untuk menjaga hati, dan tiba-tiba goyah, nah cobalah untuk menyadari dan kembali lagi kepada ketegaranmu selama ini (baca lagi firman Allah, bergaullah dengan orang-orang yang akan menguatkan dan intinya dekatkan diri sama Allah, yang Maha membolak-balikkan hati)

Jika memang sudah siap secara lahir dan bathin, nah sebaiknya halalkan jika memang sudah mantap dan jangan ditunda-tunda hingga menimbulkan maksiat dijalan Allah. Namun, kalau belum siap maka lebih baik pantaskan diri terlebih dahulu dan biarkan takdir menyatukan kembali orang-orang yang sama-sama saling berjuang dalam menemukan sekeping hatinya, jodoh ga bakal ke tukar kok, kan itu udah diatur sama Allah. Jika kita udah yakin, pasti hati akan menjadi tenang, gak galau-galauan lagi pengen punya si dia, si eta, si cinta dll dalam ikatan yang belum halal.

Percayalah jika kita sungguh-sungguh pasti bisa kok.

Dekatkan diri pada sang ilahi karena dia yang menggenggam hati, karena jika kamu mencintai seseorang maka cinta yang baik akan membuatmu semakin dekat dengan ilahi. Jika cinta itu membuatmu lupa dan jauh dari tuhanmu, sadarilah itu bukan cinta yang baik untukmu, bukan cinta yang akan membawamu ke jannahnya.

Bersabarlah saudaraku, jika memang sudah waktunya maka halalkanlah, jangan terjebak dengan maksiat yang semakin lama dilakukan kita tidak menyadari lagi kalau itu dosa. Karena dosa yang kecil jika ditumpuk bisa membesar dan membutakan mata hati.

Semoga kita selalu dijaga oleh Allah SWT dan istiqomah dalam mempertahankan prinsip ini. Semangat yah, kalau galau lagi coba deh nulis, biar lebih produktif, biasanya tulisan orang-orang galau ini mantep-mantep loh. Jadi galaunya bisa produktif, bisa lebih mendekatkan diri lagi sama Allah dan nambah ilmu hehe. Semangat yo.