KLB

Diyan Nur Rakhmah
Karya Diyan Nur Rakhmah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 17 Februari 2016
KLB

Kalau ditanya apa salah satu indikator kekompakan sebuah keluarga, maka ada satu jawaban yang saya yakini adalah kompak dalam terjangkit sebuah penyakit. Dan keluarga saya adalah salah satu contoh keluarga kompak dalam banyak hal. Termasuk kompak sakit.
Tujuh hari ini kami bertiga ambruk dan bebarengan tidur di rumah sakit yang sama dengan diagnosa yang juga sama. Si penyakit KLB (kejadian luar biasa), Demam Berdarah.
?
Bukan hanya cerita sakit kami yang luar biasa menghebohkan, pun juga proses pencarian kami bertiga atas rumah sakit yang dapat menampung kami bertiga.
?
Beberapa hari sebelum kami bertiga jatuh sakit, saya dan suami membahas tentang kehebohan penyakit Demam Berdarah ini di kota kami. Penyakit yang setiap tahun menjadi KLB, dan menjadi langganan kehebohan masyarakat, Dinas Kesehatan dan rumah-rumah sakit di Kota Bogor.
Penyakit yang pada dasarnya telah terpola di setiap tahunnya, pada setiap bulan november sampai maret, bulan-bulan yang merupakan masa pancaroba, peralihan musim kemarau ke musim hujan. Demam berdarah bukan perihal penyakit asing yang tiba-tiba datang tanpa diundang, dan hillangnya nanti tidak ada yang mengantar.
?
Kedatangan demam berdarah, terpola secara sporadis dan terprediksi matang dengan tindakan antisipatif yang sebenarnya dapat dimasyarakatkan sebagai tindakan-tindakan antisipatif yang membudaya pada setiap warga, perangkat pemerintahan terendah dalam masyarakat, bahkan segenap pemerintah kota dan komponennya.
?
Kejadian luar biasa (KLB) nyatanya selalu disematkan pada kasus-kasus demam berdarah yang terjadi di Kota Bogor. Tidak hanya tahun lalu, tahun ini ataupun tahun-tahun ke depan. Selalu seperti itu.
?
KLB tidak hanya pada kasus demam berdarah sebagai sebuah tindakan kuratif akan endemi sebuah penyakit, tapi KLB sesungguhnya adalah tentang bagaimana tindakan-tindakan preventif yang diupayakan oleh pemerintah setempat, dengan bekerja sama dengan masyarakat di sebuah lingkungan pemukiman dan setiap satuan terkecil bernama keluarga. Karena demam berdarah bukan perihal fogging dan pengasapan, tp yang paling efektif dan tepat sasaran adalah tentang tindakan menutup, menguras dan menimbun segala hal yang rentan melahirkan jentik-jentik nyamuk DBD.
?
Ini pekerjaan rumah besar bagi saya dan keluarga. Dan juga pemerintah, agar tidak melulu melakukan program dan pendekatan yang kurang tepat dalam mencegah demam berdarah dan KLB-KLB lain.
?
Sejauh ini, kami syukuri. Karena KLB ini membuat kami resmi sebagai KLB, Keluarga Luar Biasa.

  • view 96