RELASI

Diyan Nur Rakhmah
Karya Diyan Nur Rakhmah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 02 Februari 2016
RELASI

Tulisan itu mempunyai sifat kebaharuan.
?
Kutipan ini saya ambil dari sebuah kegiatan pengembangan pengelolaan jurnal ilmiah yang beberapa waktu lalu diselenggarakan oleh kantor tempat saya bekerja.
?
Dalam kegiatan tersebut, ada poin penting dan hampir seragam ditemukan menghambat pengelolaan jurnal ilmiah di sebuah lembaga pemerintah, atau lembaga kajian dan penelitian: kurangnya tulisan yang berkualitas da bermanfaat bagi dunia keilmiahan.
?
Seringkali pengelola jurnal dihadapkan pada masalah terbatasnya tulisan berkualitas dari penulis-penulis yang juga berkualitas dan berkapabilitas.
?
Tulisan dalam bentuk karya tulis ilmiah (KTI) adalah nyawa dari setiap jurnal. Karena keberlangsungan dan keberadaan sebuah jurnal ilmiah sangat tergantung pada ketersediaan tulisan yang berkualitas, bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan bagi para pembacanya maupun dunia keilmuan.
?
Tapi, sayangnya, ada hal lain yang tidak kalah penting urgensinya dengan masalah ketersedian tulisan/KTI berkualitas dari penulis yang juga berkualitas dan berkapabilitas.
?
Relasi.
?
Seringkali kita terjebak pada sebuah "menara gading".
Dalam pengelolaan sebuah jurnal ilmiah, buletin, majalah ataupun media-media komunikasi lainnya misalnya, keberadaan kontributor yang berasal dari luar organisasi/lembaga seringkali belum menjadi prioritas dan perhatian.
?
Maka membangun relasi yang baik dengan pihak lain di luar organisasi dan lembaga adalah sebuah keharusan untuk menjaring banyak kiriman tulisan berkualitas dan layak untuk didiseminasikan.
?
Ini yang seringkali dilupakan. Kita terlalu berkutat pada masalah dukungan internal organisasi yang sangat terbatas, kemauan penulis di internal organisasi yang cenderung melempem dan berorientasi pemenuhan angka kredit semata dan melupakan keberadaan jurnal-jurnal dari institusi lain di luar lembaga kita berada yang sebenarnya ada potensi kolaborasi yang harmonis di dalamnya.
?
Nyatanya, keberadaan institusi lain di luar institusi kita, tak bolehlah kita lupakan. Praktiknya, ketika kita membuka relasi yang baik dan luas dengan pihak-pihakdi luar institusi kita, maka bersama itu juga sebenarnya kita tengah membuka jalan yang luas dan membangun banyak kesempatan yang potensial di luar institusi kita.
?
Jangan lagi para pengelola jurnal mengeluhkan bahwa mereka menghadapi hambatan besar dan rutin berulang, tentang keterbatasan tulisan yang berkualitas dan berkredibilitas. Tapi, mulailah membuka diri dan mengembangkan core bisnis dari manajemen pengelolaan jurnal tersebut untuk meningkatkan kerjasama yang harmoni dan komunikasi yang optimal dengan berbagai kementerian atau institusi lain di luar kementerian ataupun institusi kita. Karena, tidak hanya tulisan-tulisan berkualitas, berdaya saing dan berkapabilitas saja yang akan datang pada jurnal internal kementerian kita, tapi juga terbangunnya berbagai kesempatan luas bagi penulis2 jurnal di internal institusi kita untuk dapat mendiseminasikan hasil-hasil penelitiannya secara lebih luas di luar institusinya.
?
Dan harapan ke depannya, hasil penelitian yang dituangkan dalam bentuk KTI akan memberikan manfaat keilmuan yang lebih optimal pada banyak pihak di luar sana.
?
Saya salah satu bagian dari "penulis yang pernah mencicipi dunia tulisan dalam jurnal". Dan saya memang hanya bisa berkomentar. Tapi anggaplah ini bagian dari salah satu sumbangan yang mungkin bisa dipertimbangkan untuk perbaikan duania keilmiahan bangsa kita. Dan semoga sumbangan baik, bukan komentar kosong semata.

  • view 107