Tips Pencitraan Agar Cepat Dilamar

Ditra Masyitah
Karya Ditra Masyitah Kategori Inspiratif
dipublikasikan 29 Maret 2016
Tips Pencitraan Agar Cepat Dilamar

Halo... jomblo-jomblo sholih dan sholihah. Hari ini, Si Mamak Bijak mau bagi-bagi tips untuk menjemput jodoh. Well, at least it worked on me. Moga-moga Pak Suami nggak baca deh, biar nggak ketahuan kalo saya dulu cuma pencitraan, muehehe...

1. Rajin ikut pengajian
Salah satu ikhtiar menjemput jodoh yang sholeh adalah memperbanyak bergaul dengan orang-orang sholeh. Jika sebelumnya agan dan sista sering kumpul-kumpul dalam kegiatan yang kurang bermanfaat, beralihlah ke komunitas yg lain. Cobalah ikut pengajian, taklim, etc. Niatnya jangan lupa dilempengin. Ikut taklim niatnya ibadah, cari ilmu agama. Bonus sampingannya mudah-mudahan jadi sarana dapat jodoh. Jadi, ibarat nanem padi, rumput ikut tumbuh. Kalo yang ditanem rumput, jangan mimpi tumbuh padi.

Ane pribadi sih lebih menyarankan ikut pengajian ibu-ibu. Kalo pengajian remaja banyak saingan sesama jomblo, euy. Hehe... nggak juga sih. Trust me on this. Soalnya kakak kandung ane ketemu jodohnya dari pengajian ibu-ibu. Anggota pengajian ibu-ibu tuh seringkali punya info kandidat keren-keren. Jomblo berkualitas itu bisa jadi anaknya, keponakannya, atau anak relasi bisnisnya.
Jangan lupa tampilkan citra diri bahwa kita tuh "istriable". Sebelum pengajian bantu-bantu siapin minuman, abis pengajian ikut bantu beres-beres. Haha hihi plus jingkrak-jingkraknya ditahan dulu. Pencitraan gituu biar keliatan dewasa dan siap dilamar, eaaa...

Ibu-ibu tuh biasanya terkesan sama sosok anak perempuan yang rajin. Biarkan mereka berpikir, "Wah, udah sholihah, rajin lagi. Anaknya sapa nih? Rumahnya mana? Kayanya cocok nih ane jadiin downline."
(*Hakdyes... Ternyata diprospek MLM)

2. Branding
Mencari jodoh itu mirip-mirip kaya marketing. Branding sebagai pribadi yang "nikahable" dan cucok diajak kondangan itu sangat penting. Di berbagai lini pertemanan, citrakan diri sebagai seorang jomblo idaman. Kalo perlu sering upload foto masakan biar dianggep keibuan, haha... Apa sih yang enggak demi jodoh yang baik?


Bangun branding di masyarakat bahwa kita tuh tetangga yang baik. Kumpulin testimony gitu. Emang cuma online shop doang yang perlu testi? Jadi sewaktu-waktu ada detektif dadakan dari pihak pelamar yang pengen menyelidiki kita dari dekat, para tetangga akan menguatkan branding kita. "Oh, rumahnya Si Painem? Yang mbak-mbak cantik suka ngajar ngaji, pinter masak, rajin menjahit, bisa empat bahasa dan penyayang kucing itu? Itu di pojokan cat ijo."

3. Minta bantuan orangtua
Nah, ini wajib. Doa orangtua kan mustajab tuh. Minta, minta, minta terus doa yang tulus dari mereka agar didatangkan jodoh yang baik untuk kita. Jangan lupa minta bantuan mereka, siapa tahu mereka punya relasi yang juga ikhtiar mencari jodoh.
Ada sebuah kisah dari tetangga saya, namanya Pak Ali. Suatu hari, beliau sedang berdoa di masjid. Tiba-tiba bahunya ditepuk dari belakang, "Pak, masih punya anak perempuan?"
Pak Ali pun kaget melihat teman lamanya itu, "Aduh, tapi maaf-maaf, anak saya itu nggak cantik."
"Halah, nggak masalah. Anak saya mah nurut mau saya jodohin sama siapa."
Singkat cerita, anak mereka pun menikah. Tamat. The end.

4. Tata emosi
Believe it or not, sebenarnya masalah jodoh itu lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor yang tidak kasat mata. Salah satunya adalah faktor kematangan emosi. Cobalah menjadi pribadi yang lebih tenang dan mudah memaafkan. Pernikahan itu menyatukan dua insan. Pernikahan akan cepat bubar kalau masing-masing pihak tidak pandai mengatur emosi. Latih diri anda untuk tidak mudah marah. Kata Nabi Muhammad, "Laa taghdhob... la taghdhob... Laa taghdhob. Jangan marah." Begitu marah, bisa kacau semuanya. Apalagi kalau tiap marah anda langsung posting status ngomel di sosmed. Seriously, don't do that. Jodoh potensial akan menganggap anda sebagai pribadi yang tidak dewasa.
Biasanya nih, jodoh akan makin dekat saat kita sudah menjadi pribadi yang tenang, mudah memaafkan, dan tidak grusa-grusu. Bismillaah... semoga kita semua diberi anugerah akhlakul karimah.

5. Perbanyak ibadah
Ini mah wajib buat semua orang. Ketuk pintu-pintu rahmat-Nya dengan doa terus menerus. Doa, doa, doa. Jangan lupa minta maaf ke semua orang yang pernah kita sakiti, termasuk jika mungkin dulu pernah menolak lamaran dengan kurang bijak. Maafkan juga semua yang pernah menyakiti kita. Gas polll ibadahnya. Jodoh yang sholeh akan datang di saat iman kita sedang di puncak-puncaknya.

Eniwei, perjuangan mencari jodoh itu ujung-ujungnya adalah perjuangan untuk terus menerus memperbaiki diri. Mungkin awalnya akan terasa seperti dipaksa menjadi orang lain. But, actually no. You are becoming the better version of yourself. Lagian, pastinya kita pasti juga seneng dong kalo di ujung dunia sono, jodoh kita juga sedang berjuang memperbaiki diri demi ketemu kita. Bayangkan bahwa ada seorang pemuda yang tengah belajar masak dan belajar ngejagain keponakan supaya bisa jadi ayah yang baik untuk anak-anak kalian kelak. Terharu nggak tuh?

Akhirul kalam, selamat menjemput jodoh!

Dilihat 254