Para Pejuang ASI

dirga maulana
Karya dirga maulana Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 07 Desember 2016
Para Pejuang ASI

Nak, Papi ingin bercerita kepadamu. Benar adanya bahwa surga itu memang di telapak kaki ibu. Ini bukan arti secara harfiah tetapi maknawi. Kalau arti harfiahnya tidak mungkin di telapak kaki ibu ada surga.

Nak, kami sangat bahagia sekali dikaruniamu, saking bahagianya papi memberimu nama yang baik dan bagus. Ya namamu adalah Avram Maulana Ransi. Kata Avram sendiri dari kata Ibrani yang artinya adalah Ibrahim. Ibrahim adalah kekasih Tuhan dan merupakan Nabi yang darinya lahir berbagai agama-Yahudi, kristen, dan Islam. Ibrahim membawa agama yang hanif-lurus untuk tetap Meng-Esakan Tuhan dengan penuh cinta dan kasih sayang. Selain itu juga alasan Papi memberimu nama Avram karena terinspirasi dari kehebatan dari Avram Noam Chomsky, ia seorang filsuf kontemporer yang kepakarannya dalam bidang linguistik, beraliran kritis serta teguh dalam berpendapat membela kaum-kaum marginal.

Nak, semenjak kau lahir kehidupan kami berubah. Kami tidak lagi egois memenuhi kebutuhan pribadi. Yang kami prioritaskan adalah kebutuhanmu. Kami rela menggadaikan semuanya untuk membeli semua kebutuhanmu.

Nak, yang lebih penting lagi adalah kau harus mengetahui bahwa Mami-mu selalu ingin yang terbaik untukmu. Memberikanmu air susu-nya padamu, berusaha untuk memompa payudarah sebagai stok ASI dan bisa kamu nikmati ketika Mami pergi ke kantor. Tindakan ini adalah usaha dan perjuangan luar biasa dari seorang Mami.

Nak, kamu harus tau, proses menyusui itu tidak mudah. Banyak ibu-ibu yang menyusui juga mengalami hal yang sama dengan Mami-mu. Ada yang sama sekali tidak keluar, ada yang air susunya sedikit dan ada juga yang air susunya berlimpah. Tapi itu semua tergantung dari mindset dari seorang ibu dan bantuan motivasi seorang ayah. Kondisi Mami-mu adalah air susunya sedikit. Tapi Mami-mu tetap berusaha untuk memberimu ASI eksklusif. Pemberian ASI tidak dilihat dari kuantitasnya, tapi kualitasnya. Yang sedikit itu tetap berkualitas. Banyak juga yang menyerah untuk memberikan ASI pada anaknya dan memilih susu formula. Papi yakin, itu pilihan yang sulit serta dilematis. Toh, jika ada ibu yang memilih susu formula itu juga demi kepentingan anaknya dan merupakan pilihan terakhir.

Nak, Mami-mu tetap berjuang dan bertahan untuk tetap memberimu ASI eksklusif walaupun harus bekerja.

Nak, Papi juga harus jujur, sempat Mami-mu terbesit di dalam pikirannya untuk memberimu susu formula. Mami dalam kondisi sangat galau dan pilihan yang berat. Mami dihadapkan pada pilihan-pilihan yang dilematis. Memberikan ASI dengan waktu ke kantor berkurang dan konsekuensinya gaji tidak full atau pakai susu formula dengan intensitas ke kantor seperti biasa. Kita berdua diskusi dan memberi masukan satu sama lain. Mencari referensi dan berkonsultasi dengan orang lain. Konyolnya, papi melihat-lihat susu formula digerai Indomaret. Papi pelajari komposisinya, papi perhatikan setiap kata-katanya dan di setiap susu formula ada tulisan, Air Susu Ibu tetap lebih baik dan penggunaan susu formula sesuai saran dokter. Saat itu Papi semakin ragu untuk meng-iyakan membeli susu formula. Papi dan Mami berdiskusi dan memutuskan untuk terus memberikanmu air terbaik yang tiada bandingnya, yakni ASI.

Nak, suatu saat kau akan mengerti jika kau telah menjadi seorang ayah. Papi melakukan semuanya untukmu dan Mami.

Nak, setiap kali kau tertidur lelap saat di mana kamu berada dipelukan Mami sambil nenen, dan Mami juga ikut tertidur dengan lelap. Tidurnya mami sambil duduk dan papi yakin itu posisi terbaik yang kalian sepakati.

Nak, pertumbuhan dan perkembanganmu sungguh mengagumkan. Kau berkomunikasi dengan teriakan dan tangismu. Kau selalu menjadi pendengar terbaik papi saat bercerita.

Nak, Papi ingin bercerita. Kita sebagai lelaki tidak bisa menyusui, maka jika kau kelak dewasa hormati perempuan, cintai mereka dengan tulus. Menyusui itu adalah bagian dari jihad setelah melahirkan.

Nak, cintai mamimu dan sayangi ia dengan tulus karena memberikanmu sumber kehidupan, otakmu berfungsi, lengan-kakimu bergerak, pantatmu bisa bergoyang dan seluruh anggota tumbuhmu sempurna.

Nak, Papi tidak bisa menyusui. Hanya Mamimu yang bisa menyusui. Papi hanya orang yang membantu Mami untuk tetap berjuang dalam menyusuimu.

Nak, Papi yakin setiap air susu ibu yang kau minum merupakan cakrawala kehidupan dan kedamaian yang kau pupuk. Bahwa air susu ibu adalah air suci yang tak tergantikan oleh air manapun. Tapi ingat nak, tidak semua anak mendapatkan air susu ibunya karena beberapa alasan. Kau tetap menjadi manusia yang beruntung merasakan manisnya putting Mamimu.

Nak, sekian dulu. Semakin kau dewasa nanti kau mesti menjadi manusia-manusia yang rasional serta tidak membutakan mata hatimu.    

  • view 211