Memendam atau Mengungkapkan? Intinya, Aku Akan Tetap Mengagumimu.

Dinnan Luthfia rachma
Karya Dinnan Luthfia rachma Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 26 April 2017
Memendam atau Mengungkapkan? Intinya, Aku Akan Tetap Mengagumimu.

Rasaku mulai ragu, apa harus aku pertahankan perasaan yang belum pasti ini untukmu? Apakah aku harus berjuang sendiri lagi? Apakah aku akan bertepuk sebelah tangan lagi?. Terlalu berat memang mengagumimu, seandainya bisa ku sampaikan langsung perasaan ini kepadamu, seandainya aku berani melangkah walau harus tersandung terlebih dahulu, dan seandainya waktu itu hatiku tidak mulai mengagumimu, mungkin aku tidak akan gundah seperti ini.

Kalian tahu salahnya wanita itu ada dimana? Menurutku, ketika dia mulai mengagumi seseorang dia tidak berani untuk mengatakannya langsung sebab mereka (wanita) masih menghargai dirinya sendiri. Namun, ada juga wanita yang sedikit lebih berani untuk siap mengungkapkan perasaannya meskipun dia tahu hasil apa yang akan dia dapatkan, tapi bagi wanita seperti ini dia tidak pernah malu untuk sebuah penolakan, dia tidak pernah malu hasil buruk yang akan dia dapatkan, dan dia tidak pernah lupa untuk tetap menghargai dirinya sendiri. Bagi dia, mengungkapkan perasaan itu hal penting, apalagi saat dia diam-diam mengagumi seseorang yang jelas-jelas orang itu tidak akan pernah tahu tentang perasaannya kalau bukan dia yang mengatakannya. Dia tidak pernah merasa malu sedikitpun karena baginya ketika dia mengungkapkan kepada seseorang itu dia akan merasa sangat lega pada ruang hatinya, karena orang itu akan tahu bagaimana perasaan dia kepadanya. Kalian tahu, menurutku aku salah satu dari wanita yang agak sedikit berani itu.

Aku, yang mengaguminya pertama kali. Aku terkesan dengan sikap dan sifatnya yang sangat sopan dan lembut meskipun wajahnya terlihat sedikit sangar tapi dia tetap. Hari demi hari perasaanku mulai gundah, selalu bertanya dalam hati tentang siapa dirinya, dan siapa yang memiliki hatinya saat ini. Mengaguminya dalam diam itu sangat sulit, aku harus bisa menahan rindu ketika sangat ingin sekali bertemu walau hanya berpapasan dipinggir jalan, aku ingin sekali mengambil gambar wajahnya, terutama senyum dan matanya yang sangat indah. Mengaguminya dalam diam selalu membuat aku menjadi wanita yang egois ketika melihat dirinya lebih dekat dengan orang lain ketimbang aku. Aku tidak bisa berbuat banyak untuk dekat dengannya, karena untuk komunikasi saja sangat jarang, kecuali aku mulai duluan dengan percakapan yang tidak penting atau sesekali mengiriminya gambar dan pertanyaan yang tidak logis, maklum saja segala cara aku lakukan untuk bisa berkomunikasi dengannya.

 Hatiku seperti tergedor paksa, dihadapkan pada pilihan untuk mengungkapkannya atau memendamnya. Aku ingin sekali mengatakan kepadanya tentang apa yang aku rasa, namun aku takut itu akan membuat aku dan dia berjauhan atau mungkin malah tidak bisa melihat senyumnya lagi. Tapi, jika aku hanya memendam perasaan ini aku yang akan tersika dengan rindu, karena aku harus merindukannya dalam diam setiap malam. Mungkin, suatu saat akan ada waktu yang tepat untuk aku berani mengungkapkan perasaan ini kepadanya, tidak perduli hasil apa yang aku dapatkan, setidaknya rinduku padanya tidak terlalu menyiksa hatiku. sebab, malam ini, malam terberat karena aku tidak bisa lagi menahan rindu ingin sekali aku bertemu denganmu.

  • view 156