Percayalah, tidak ada yang salah dari mencintai

Dinnan Luthfia rachma
Karya Dinnan Luthfia rachma Kategori Motivasi
dipublikasikan 23 Februari 2017
Percayalah, tidak ada yang salah dari mencintai

Kau tahu bagaimana rasa kehilangan yang sesungguhnya? Menurutku, ketika kamu dekat dengannya tapi kamu tidak bisa menyapanya. Kamu mengetahui segala macam kegiatannya hanya melalui akun media social dia, tak lebih dari itu kamu selalu bertanya-tanya kemana dia ketika kamu tak bisa melihat rekaman kegiatan dia di social medianya. Kamu memang dekat, tapi hanya dekat sebagai folowers social medianya padahal kalau diingat-ingat kamu dan dia dulu sangatlah dekat saat bersamanya kamu merasa dunia hanya milik kamu dan dia, namun ingatlah itu hanya tinggal sebuah kenangan yang selalu kamu simpan tapi dia tidak. Apa kamu tahu bagaimana perasaannya saat ini? Yang kamu tahu hanya beberapa persen dari kegiatannya saja itupun kalau dia merekamnya, jika tidak mungkin kau hanya melihat profile sosmednya saja. Dia tidak akan pernah tau bahwa kamu selalu menantinya, dia tidak akan pernah tau betapa besar perasaanmu padanya sampai saat ini, yang dia tahu saat ini adalah kamu sebagai masa lalunya.


Rindu itu tidak salah, kamu tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri atas besarnya rindu kepada dia. Yang salah ketika kamu rindu kamu tidak berani mengungkapkannya, sakit bukan memdam rindu? Jadi menurutku ketika kamu merindukan dia buatlah sebuah kode dengan status atau apapun itu yang sekiranya dia bisa melihat postinganmu, syukur-syukur dia mengetahui bahwa dialah tujuan rindumu. Aku mengetahui bagaimana rasanyanya mencintai dalam dia namun begitu dalam, ingin sekali bertemu dan bertatap muka bercerita tentang apapun itu. Kamu hanya perlu bersyukur karena hatimu masih digunakan dengan baik, kamu tidak perlu malu ketika hanya kamu yang mencintai, kamu tidak perlu malu ketika hanya kamu yang berjuang, dan kamu tidak perlu malu ketika teman-temanmu mengejekmu dengan sebutan si gagal move on, tapi kamu harus malu ketika hatimu sudah mati kamu tidak lagi bisa merasakan rasa syukur dengan segala sesuatu yang telah Allah berikan, bukankah penantian ini adalah salah satu nikmat yang Allah berikan? Kamu akan belajar bagaimana bersabar lebih dalam, bagaimana mengontrol emosi dan perasaanmu ketika melihat dia memposting atau mengomentari status orang lain, dan dalam penantian ini kamu akan selalu banyak tersenyum ketika semua yang kamu rasakan bisa kamu kendalikan.


Semua akan merasakan tahap kejenuhan, sedih, galau, putus asa, ketika perasaanmu dan semua usahamu sama sekali tidak diperdulikan olehnya kamu akan merasa ingin menemui orang baru yang akan membuka kembali cintamu. Tidak ada salahnya untuk kamu membuka lembaran baru itu, memulai semua dari nol mulai dari berkenalan, perhatian, kencan, perasaan, dan sampai tahap nyaman. Pesanku hanya satu, kamu tidak perlu terburu-buru untuk mengenal seseorang yang baru. Siapkan terlebih dahulu perasaanmu, yakinkan dirimu apa kamu bisa membukakan pintu hatimu untuk orang baru? Karena jika kamu melakukan semuanya hanya karena gengsi dan malu dengan teman-teman yang selalu mengejek ke jombloanmu itu pintu hatimu tidak akan terbuka dengan ikhlas, kamu hanya akan menyakiti perasaannya saja. Coba kamu bayangkan, dengan cepat kamu sudah memiliki kekasih baru awalnya pasti manis tapi lama kelamaan kamu akan selalu mengingat dia masa lalumu yang sangat indah, bagaimana perasaannya jika cintamu yang baru mengetahui bahwa hatimu bukan untuknya? Berusahalah jujur pada dirimu sendiri, cintailah apa yang memang kamu cintai, kamu tidak perlu malu untuk terus menunggu pulangnya masa lalumu, teruslah mencintai apa yang ingin kamu cintai, kamu tidak akan pernah tau bagaimana isi hati seseorang, bisa saja dengan mudah Allah mengembalikan perasaan dia untukmu lebih tulus mencintaimu dari sebelumnya.

Saat kamu mendapatkannya nanti, kamu harus berjanji pada dirimu bahwa kamu tidak akan pernah melepas genggaman tangannya lagi.

  • view 213