lelah, hening dan semangkuk tawa tuk esok

Dini Nurdiyanti
Karya Dini Nurdiyanti Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 29 Mei 2016
lelah, hening dan semangkuk tawa tuk esok

Kamu tahu.. setiap kali lelah datang, aku hanya bisa terduduk dalam diam sambil berharap keheningan dapat membawa pergi lelahku jauh-jauh. Tapi keheningan ternyata hanya membuatku terduduk dan tertunduk semakin dalam,membiarkan aliran sungai kecil mengalir diantara batang hidungku. Seperti kali ini, saat semua menderaku dengan tatapan kecewa, dengan mimik penuh keraguan, dan wajah-wajah dingin yang sungguh tak dapat ditebak dan akhirnya mempertanyakan apa yang akan ku lakukan nanti. Aku lelah. Aku lelah harus menjelaskan dan meyakinkan mereka satu per satu bahwa ini adalah jalan yang aku ambil. Ini adalah pilihanku dan untuk pertama kalinya aku sungguh merasa yakin ini adalah jalan yang terbaik.

Kamu tahu.. aku lelah harus menjelaskan. Semakin aku berusaha keras menjelaskan mereka malah semakin menyangsikan aku. Akhirnya aku menyerah, tak ada yang perlu aku jelaskan. Aku akan membiarkan mereka berkutat dengan pikirannya masing-masing. Silahkan, kalian bebas menilai. Silahkan, ungkapkan apa yang ada di pikiran kalian. Katakan pada orang-orang di sekitar kalian tentang apa yang kalian pikirkan. Aku tak lagi perduli..

Tapi apa kamu tahu? Aku hanya seorang manusia biasa yang juga memiliki rasa takut. Aku takut apa yang mereka pikirkan berubah menjadi nyata. Aku takut suatu hari nanti aku tak lagi sanggup menantang tatapan dingin mereka. Dan aku lelah merasa takut.

Kamu tahu.. aku sedang mencoba untuk lebih berani. Berani menghadapi hari esok. Berani menghadapi dunia dengan segala keangkuhannya. Berani untuk menghadapi diriku sendiri dengan segala egonya.

Aku sudah lebih berani. Sekarang atau nanti tak akan ada bedanya. Matahari akan tetap bersinar esok hari. Hujan kan tetap turun jika sudah saatnya, mendung ataupun tidak. Waktu akan terus berlalu tanpa terasa. Dan aku akan terus melangkah ke depan.

Sekarang atau nanti, lelah kan tetap ada. Sekarang atau nanti tetap harus hadapi. Dan kamu tahu? Mungkin ada seseorang di sana yang kan selalu ada tuk membasuh lelahku, walau tak akan ku cari. Kan kubiarkan ia yang menemukanku dan menemaniku dalam hening. Tapi saat itu, semoga tak akan ada aliran sungai kecil yang mengalir. Semoga hanya akan ada mentari yang bersinar cerah di kedua pelupuk mataku dan semangkuk tawa yang temani heningku.

Jadi biarkan aku menunduk semakin dalam kali ini dan membiarkan aliran sungai kecil itu mengalir dalam heningku. Agar tumpah semua lelah ini, hingga tak bersisa tuk esok hari dan menyiapkan semangkuk tawa tuk esok. Semoga esok mentari kan bersinar lebih hangat, agar meluluhkan wajah-wajah dingin di hadapanku.

  • view 126