Takdir, itu katamu

Dini Nurdiyanti
Karya Dini Nurdiyanti Kategori Lainnya
dipublikasikan 27 Mei 2016
Takdir, itu katamu

Kau pernah berkata, pertemuan kita tidak lain adalah takdir Tuhan. Karena semua begitu absurd. Tujuh belas tahun terentang jarak tanpa tahu kau ada di belahan bumi mana, tanpa pernah sedikitpun ada sapa. Kau hanya salah satu bagian masa SMA dulu yang hampir terlupakan. 

Tiba-tiba kau hadir begitu saja, menyapa dengan basa basi kata. Sekedar ucapan 'Hai, apa kabar? Tinggal di mana sekarang?', yang tidak terlalu ditanggapi. Hingga akhirnya merasa tak lengkap tanpa sapamu sehari saja, berkat kegigihanmu di waktu yang tidak tepat. Ataukah memang Tuhan sengaja menghadirkanmu untuk menjadi sedikit cahaya di gelapku?

Takdir, itu yang kau bilang, karena semua begitu absurd. Tiba-tiba saja aku jatuh cinta. Tiba-tiba saja aku merindu, dan itu juga yang kau ucap, meski jarak  membentang angkuh di antara dua kota yang kita tinggali. Bahkan pertemuan pertama kita setelah tujuh belas tahun berlalu juga di tempat yang tidak biasa, Rumah Sakit. Dan semua menjadi semakin absurd dengan kondisi kita yang tidak biasa. Karena kita sama-sama tidak sendiri. 

Dan kau berkata bantu takdir ini dengan doa. Biarkan mereka sejalan. Kau begitu yakin ini benar takdir Tuhan. Maka tunggu aku dengan doamu. Tunggu aku, sampai Tuhan biarkan doa kita sejalan takdir.

 

  • view 50