Kiriman Jalangkote dari Kampung

Dinil Qaiyimah
Karya Dinil Qaiyimah Kategori Renungan
dipublikasikan 08 Agustus 2016
Kiriman Jalangkote dari Kampung

Terasa hangat saat mulai kusentuh, tanpa pikir panjang akupun mencicipinya. Sejatinya makanan ini bukanlah sesuatu yang istimewa, hanya saja dia telah menempuh perjalanan yang panjang untuk sampai ke tanganku.

Sungguh jarak mampu menyimpan rahasia rasa yang tak nampak dalam dekapan waktu lampau. Saat kita masih menjangkau dengan jemari. Saat kita masih berbicara tanpa memanfaatkan teknologi. 

Namanya "jalangkote", jajanan pasar khas Sulawesi Selatan. Kalau dulu, dia tampak biasa saja. Bahkan aku tidak selalu ingat kalau dia ada. Lucunya, saat aku sudah tinggal di pulau seberang dia nampak luar biasa saat kami bertemu. Si kembar bulat cokelatpun bisa sampai berkaca-kaca saat aku memakannya.

Benarkah jarak ingin menunjukkan kekuatannya? Iya, ingin menunjukkan bagaimana dia mampu mengubah rasa. Apakah rasa itu akan semakin dalam, ataukah malah semakin memudar. Entahlah....

D

8 Agustus 2016

 

  • view 183