Tak Mesti Kokoh!

Dinil Qaiyimah
Karya Dinil Qaiyimah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 22 Juli 2016
Tak Mesti Kokoh!

Tak Mesti Kokoh

Beberapa bulan yang lalu aku masih menempatkan seluruh keyakinan dan semangat menjadi prioritas untuk mencapai hal yang sangat aku inginkan. Seberat-seberatnya jalan yang harus kulalui terasa sanggup kujalani, dan akupun melewatinya. Hari berganti, ujian berganti dengan aku yang masih berusaha. Aku melakukan segala yang aku mampu, dengan segala kekuatan yang aku miliki namun aku tak pernah bisa berkompromi dengan waktu. Sejauh aku berjalan ia tak pernah berhenti. Sampailah aku di batas waktu. Kini aku sadar, ada hal-hal yang aku inginkan, sekuat apapun aku berusaha namun tak mampu aku dapatkan. Aku teringat akan doa-doa yang selalu kuucapkan belakangan ini, aku hanya meminta yang terbaik. Aku tak akan mengatakan aku baik-baik saja ketika aku harus mengalami kegagalan, namun aku akui keweca dan sedih adalah dua rasa yang kini mewarnai hari-hariku. Jangan artikan kesedihan dan kecewaku adalah bentuk penolakan, tidak sama sekali. Siapa yang lebih tau yang terbaik untuk kita selain pencipta kita? Aku hanya mengatakan pada diri sendiri, bersedihlah, kecewelah seperlunya karena akan ada ganti yang lebih baik. Penerimaan itu tidak harus selalu dengan gagah seperti pohon yang kokoh, kadang butuh air mata agar semua terasa lebih mudah. 

D

22 Juli 2016

  • view 204