Sendiri saja...

Diniyah Aulia Fitri
Karya Diniyah Aulia Fitri Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 05 April 2016
Sendiri saja...

Banyak orang berkata, kita akan mengetahui siapa kawan kita saat kita berada pada titik terburuk diri. Saat itulah kita dapat menghitung berapa banyak kawan sejati yang kita miliki. Tapi entah mengapa, aku justru tidak ingin menunjukkannya. Iya, aku tidak ingin menunjukkan titik terburuk itu. Semua akan baik-baik saja, dan semuanya akan berlalu begitu saja. Aku sendiri, ahh biar saja...

Entah apa yang sebenarnya terjadi, tapi kepercayaan untuk mencurahkan banyak hal penting justru perlahan memudar. Kini, aku mulai asyik dengan ketidakpercayaan ini. Entah sampai pada titik mana aku bertahan. Tapi yang terlihat justru keterpuraanku untuk mengatakan apa pun yang kurasa. Tapi aku pikir itu tidak masalah. Yang kutahu, tak akan ada yang mengerti, seperti tempo dulu.

Luka ini teramat sempurna terukir sepertinya. Bangunan yang pada mulanya kokoh, seketika menjadi puing-puing tak berbentuk. Inikah yang terjadi terhadap aku? Rasa percayaku.. Mungkin saat itu, aku berpikir bahwa adalah titik terburukku. Yang kutahu, tak ada siapa pun di sisiku. Mungkin saat itulah aku tersadar bahwa aku sendiri. Tapi itu tidak masalah, karena tidak ada yang perlu dibagi dari sebuah elegi.

Kini aku tersadar,?titik terburukku sepertinya bukan elegi yang menyayat hati. Tapi aku rasa, titik terburukku adalah saat dimana aku tersenyum dan bahagia tapi tanpa ada sedikitpun?bersorak sorai. Titik terburukku adalah saat aku bahagia hanya untukku sendiri. Perayaan yang justru menjadi tangis penantian. Apa kini, aku benar-benar sendiri?