Memandang Youtube sebagai Media Alternatif Berekspresi

Dini Fitrah Eristanti
Karya Dini Fitrah Eristanti Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 26 Agustus 2017
Memandang Youtube sebagai Media Alternatif Berekspresi

Seiring dengan animo masyarakat yang serba berbasis online, seperti ojek online, taksi online, jual-beli online, bacaan online, hingga pergaulan online (media sosial), kini kita seperti memasuki dunia dengan babak baru. Tak lain adalah pusaran era digital yang mampu melampaui batas-batas konvensional.

Kian hari kita akan menemukan para kreator dalam memproduksi karyanya yang beraneka ragam jenisnya. Salah satunya dalam bentuk video. Hasil karya para kreator ini bisa kita temukan di media sosial Youtube, sebuah situs web untuk berbagi video (video sharing website) yang memungkinkan pengguna mengunggah, menonton dan berbagi video. Kreator Youtube ini biasa disebut Youtuber. Dengan adanya Youtube, kita dengan mudahnya mendapat peluang kebebasan berekspresi secara terbuka dan seluas-luasnya.


Media Alternatif Berekspresi

Warga negara Indonesia dipersilahkan untuk menyampaikan pendapat/gagasannya sekaligus memperoleh informasi. Sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 28F UUD 1945 yang berbunyi, “setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan jenis saluran yang tersedia”. Dalam hal ini Youtube menjadi media/saluran alternatif untuk menyampaikan pendapat/gagasan dan kritik, sekaligus menjadi sarana bereskpresi secara kreatif.

Video yang disuguhkan para Youtuber tak jarang memuat gagasan dan kritik sosial. Pengemasannya pun beragam, seperti parodi, dokumenter, tutorial, dan vlog (jenis video yang pada umumnya menceritakan tentang pribadi Youtuber, saat ini video jenis ini sedang booming). Atas kebebasan berekspresi melalui Youtube ini, Youtuber dituntut juga untuk memasukkan nilai edukasi dalam video yang dibuatnya, tidak hiburan semata. Sehingga gagasan atau kritik yang disampaikan bisa dipertanggungjawabkan, sebab kita tahu bahwa media sosial pengaruhnya luar bisa untuk masyarakat luas.

Kini Youtube menjadi media alternatif yang cukup strategis dalam menyebarluaskan sebuah gagasan. Apalagi gagasan yang sifatnya menyasar pada kalangan muda. Sebab kalangan inilah yang paling akrab dengan media sosial. Jika konten dalam video dibuat menarik dan sesuai dengan isu kekinian kalangan muda, maka tidak akan sulit rasanya bagi para Youtuber dalam menarik perhatian generasi yang baru-baru ini santer dikenal sebagai generasi milineal.

  • view 63