Puncak Kebahagiaan Seorang Pria

Dinan
Karya Dinan  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 15 Maret 2016
Puncak Kebahagiaan Seorang Pria

Hai, apa kabar para Inspirator?

Lama tak bersua. Detik ini hanya ingin memposting catatan harian,? pekerjaan sedang menggunung.

Seorang Pria dan Wanita pasti memiliki puncak kebahagiaan. Saya akan mengurai sepintas kebahagiaan seorang pria ditinjau dari cara pandangku yang mungkin sempit dan dangkal.

Setiap manusia pasti mencari setitik kebahagiaan dalam hidupnya. Entah Pria atau Wanita. Khusus untuk Pria, banyak yang memandang dari sisi kekayaan, jabatan atau wanita yang mereka 'taklukkan'. Tapi itu hanya sebatas materi dan semu belaka. Bagi pria yang memandang kebahagiaan dari ketiga sisi itu maka yang ia dapatkan hanya rasa hampa dan senantiasa mencari lebih dan lebih lagi.?

Dengan pencariaan yang lebih secara otomatis akan melupakan dan menghilangkan apa yang telah mereka miliki. Mari kita memandang satu-persatu:

  • Kekayaan. Coba kita lihat persekitaran kita, apakah kekayaan yang didapatkan oleh seorang pria menjamin kebahagiaan? jawabannya, belum tentu.?? Banyak pria yang telah mencapai kekayaan yang cukup tapi terkadang hanya mengantarnya kepada dosa tak berujung. Prostitusi, Narkoba, Perjudian, dan lain sebagainya. Kekayaan bukanlah jembatan yang dapat kita gunakan dalam meraih setitik kebahagiaan.
  • Jabatan. Coba kita lihat persekitaran kita, apakah pria yang memiliki jabatan yang tinggi telah mengantarnya menuju kebahagiaan? jawabannya, belum tentu. Mengapa? karena terkadang ketika kita ingin meraih jabatan tertinggi sesuai dengan keinginan dan nafsu kita, secara tidak langsung kita telah mengorbankan banyak hal, termasuk orang yang kita cintai. Waktu kita terkuras hanya untuk kerja, kerja dan kerja. Kita tak dapat menyaksikan senyum perdana anak kita di pagi hari atau tangis mereka di malam hari. Itu semua untuk apa? Pekerjaan atau jabatan. Tak jarang pula, kita terkadang menghalalkan segala cara demi meraih suatu jabatan tertentu. Kolusi atau Nepotisme adalah pemandangan umum yang kita saksikan di masyarakat. Apakah ini benar adanya? Tergantung pribadi masing-masing.
  • Wanita yang mereka 'taklukkan'. Terkadang, prestise seorang pria dilihat dari kecantikan wanita di sampingnya. Atau seberapa banyak wanita yang telah ditaklukkan. Bukankah ini sama saja dengan binatang?

Saya percaya Bahagia itu Sederhana. Dengan kesederhanaan dan kezuhudan maka kita akan mencapai titik itu. Titik yang kita kejar dalam hidup. Kebahagiaan.

Secara pribadi, saya memiliki beberapa titik kebahagiaan. Diantaranya:

  • Menatap istriku saat tertidur pulas. Tataplah istri kita (jika telah menikah) saat ia terlelap. Betapa ia telah mencurahkan waktu, tenaga dan pikiran agar suami dan anaknya tak kurang sesuatu pun. Mereka adalah malaikat penjaga di rumah kita. Hargai dan sayangilah mereka seperti engkau menghargai dan menyayangi ibumu. Mereka layak diagungkan. Bukankah pria yang paling baik adalah mereka yang paling baik akhlaknya kepada istrinya?
  • Mengecup putri tercantik di seluruh semesta, Putriku. Jika anda memiliki putri, maka sesungguhnya dia adalah putri tercantik di seluruh semesta. Betapa kita akan berusaha membuatnya tersenyum. Kecuplah keningnya, maka keharuan dan rasa bahagia itu akan mengalir ke setiap aliran darahmu. Betapa engkau berbahagia memilikinya.
  • Menikmati secangkir kopi susu dan sebatang rokok di awal pagi. Hanya dengan secangkir kopi susu dan sebatang rokok, maka saya akan sangat bersemangat di hari itu. Seakan tubuhku diisi oleh energi yang besar dan siap untuk menghadang semua halangan di hari tersebut. Tidak harus sarapan dengan nasi goreng spesial, susu murni, sereal atau apalah yang kebarat-baratan. Sekali lagi dengan kesederhanaan maka kita akan mengecup kebahagiaan.
  • Memandang matahari terbenam bersama istri. Tataplah matahari terbenam di saat senja maka kita akan menemukan setetes harapan. Kok bisa? Kita harus berharap bahwa matahari akan terbit keesokan hari dan akan membawa harapan baru dan warna baru untuk kehidupan kita. Semua masalah akan terbenam pada waktunya.

Inilah beberapa titik kebahagiaan yang dapat kusampaikan saat ini. Masih banyak yang lain, tapi saya harus kerja dulu. Hehehe...

Bahagia Itu Sederhana.

Saya menunggu titik kebahagiaan dari Inspirator lainnya.

?

>Maaf jika ada Typo. Ngetiknya buru-buru...

?

11:09

Dinan

?

?

  • view 240