Ku Ingin Memanggilmu “Nabi”

Dinan
Karya Dinan  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 26 Februari 2016
Ku Ingin Memanggilmu “Nabi”

?

Ku Ingin Memanggilmu ?Nabi?

?

*

Jika tak merusak tauhid, ku ingin memanggilmu Nabi. Sosok yang memikirkan umatnya sampai sakratul maut. Ia tak menyebut harta, kekuasaan, istri, anak, sahabat atau kabilahnya tapi umatnya.

?

Mari kita berkhayal sejenak...

Ketika Sang Pemimpin memikirkan rakyatnya seperti Nabi, maka tak ada kebijakan yang berpihak pada Sang Kaya.

Ketika Sang Pemimpin memikirkan rakyatnya seperti Nabi, maka tak ada ?tikus? di negara ini, takut dipasung oleh Nabi.

Ketika Sang Pemimpin memikirkan rakyatnya seperti Nabi, maka tak ada ?kroni? yang menghegemoni sumber daya.

?

**

Jika tak mengeruhkan iman, ku ingin memanggilmu Nabi. Sosok yang senantiasa beribadah dalam tiap sisi kehidupannya.

?

Mari kita bermimpi sejenak...

Ketika Sang Pemimpin beribadah seperti Nabi, maka Riya? akan menguap dan ia tak butuh media ketika berbuat.

Ketika Sang Pemimpin beribadah seperti Nabi, maka amanah terasa berat dan ia takut bertemu Sang Pengadil. Sehingga harinya hanya untuk berbuat demi memakmurkan dan mencerdaskan bangsa.

Ketika Sang Pemimpin beribadah seperti Nabi, maka Kaum Papa akan sulit dicari.

?

***

Tak mungkin aku memanggilmu Nabi, derajat kita berbeda.

?

Pintaku...

Bersediakah engkau meneladaninya?

Bersediakah engkau memperbaharui kualitasmu seperti dia?

Bersediakah engkau menyerahkan seluruh hartamu demi Kaum Papa?

?

Jika tak bersedia maka kemasilah barangmu dari istana. Saat ini kami mencari ?Nabi?, Sang Penyelamat dan Rahmatan Lil Alamin agar masa depan Indonesia secerah mentari.

?

____

sumber gambar : media.ikhram.com

____

?

?

:: Dinan ::

~ 26-02-2016 ~

  • view 251