Jagoanku adalah Cupit

Dinan
Karya Dinan  Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 26 Februari 2016
Jagoanku adalah Cupit

?

Jagoanku adalah Cupit

?

"Dheva... Tunggu." teriak Aru sambil berlari.

Mendengar teriakan Aru, Dheva pun berhenti sejenak. Dia terlihat sedang mengusap anjing kesayangannya bernama Sura.

"Mana jagoanmu?" Tanya Dheva.

Dengan bangganya Aru melepas genggaman tangannya.

"INI!"

"Haha..tidak salah Aru? Kita kan akan lomba lari untuk binatang peliharaan. Masa masih dengan Cupit sih? Tahun lalu kita menunggu hampir 2 jam sampai Cupit masuk garis finish. Padahal lintasannya cuma 50m."

Aru santai saja mendengar hinaan sahabatnya.

"Siapa yang paling berpengalaman maka Dia yang akan menjadi Sang Pemenang."

?

Sesampainya di arena lomba mereka langsung menuju garis start. Ada yang membawa kucing, ayam jantan, kelinci dan berbagai jenis anjing hanya Aru yg membawa Siput. Lomba ini dilaksanakan setahun sekali. Sistemnya tidak ribet, peserta hanya mendaftar, membawa binatang peliharaan, lintasan 50 meter dan hanya sekali berlari. Jadi, siapa yang pertama kali sampai pada garis finish maka dialah pemenangnya.

?

Semua peserta telah siap, beberapa juri telah mengambil posisi pada setiap 10 meter. Mereka mengawasi binatang yang berlomba, jangan sampai ada yang ribut. Wah..wah, binatang juga bisa ribut yah?

?

Dentuman meriam bambu menandakan lomba telah dimulai. Dengan cekatan Sura berlari sangat kencang, disusul kucing berwarna hitam milik Jody,? posisi bontot tentu saja Cupit. Selang beberapa menit, Sura masuk finish, disusul Si Kucing Hitam kemudian binatang yang lain. Tapi Cupit tak kelihatan "batang cangkangnnya" sedikit pun, yang terdengar hanya teriakan Aru.

"CUPIT... CUPIT... Ayo CUPIT kamulah yang paling senior dan berpengalaman disini. Pasti Menang."

Teriakan itu membahana selama 90 menit. Karena jengkelnya Juri memberi kartu merah pada Cupit. Artinya tahun depan Cupit tak boleh ikut lomba.

Lomba pun berakhir, ceremonial penyerahan hadiah telah dilaksanakan.

Juara 1, Rp. 150.000,-
Juara 2, Rp. 100.000,-
Juara 3, Rp. 50.000,-


Dengan mengibaskan hadiahnya Dheva menghampiri Aru yang masih dengan bangganya mengelus Cupit.

"Aru, tak selamanya yang paling tua dan berpengalaman itu adalah yang terbaik. Karena bisa jadi, itu bukanlah bidangnya. Sayang sih sayang, tapi jangan paksa merpati menyelam donk. Begitu pula dengan Cupit, bidangnya bukan berlari cepat. Temukan sesuatu yang cocok lalu ceburkan Dia disana, hehe"

Aru hanya mengangguk, berdiri dan berlari sambil menangis. Wujud aru tak lagi terlihat tapi suara lantangnya masih terdengar jelas.

"Cupitku tetap Sang Pemenang!"

?

:: Dinan ::

  • view 110