Bertemu Tuhan

Dinan
Karya Dinan  Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 22 Februari 2016
Bertemu Tuhan

Berlari ke ujung dunia pun aku tak pernah bisa memeluknya lagi. Dia telah pergi dan tak akan pernah kembali. Sampai detik ini, aku belum paham virus apa yang tumbuh di kepalanya. Sebelum dia pergi, hanya shalat, dzikir dan puasa Daud yang dikerjakannya. Tak pernah keluar rumah, apalagi bergaul dengan kerabat dan tetangga.

Suatu ketika Aku bertanya, "Kenapa tak mau keluar rumah?"
Dia hanya terdiam. Beranjak dari tempat duduknya menuju kamar mandi, wudhu kemudian shalat selama berjam-jam. Aku pun tak tahu, sebernanya dia shalat apa. Yang kulihat kakinya bengkak karena terlalu lama berdiri.

Sepulang dari kerja aku melihat baju gamis warna putih yg bagus. Kubeli dengan honor mengajarku. Sesampainya di rumah, baju itu kusimpan di kasurnya.
Dua hari kemudian kuperhatikan baju gamis itu, ternyata tak disentuh apalagi dipakai untuk shalat.

Jam dinding menunjukkan pukul 02.00. Malam itu, aku belum tidur karena menyiapkan soal ujian semester untuk siswaku besok pagi. Dia datang menghampiriku.


"Aku tak bisa bertemu denganNya.", ucapnya.
" Bertemu siapa Kak?".
"Tuhan." dengan raut muka yang serius dan tak ada setitik pun niatnya untuk bercanda.

Dia ingin bertemu Tuhan? Aku cuma terdiam. Pusing. Panik. Apa yang harus kujawab?.
"Tidur saja Kak, sudah malam." , hanya itu yang keluar dari mulutku.
Dia pun pergi ke kamarnya dan terbaring tanpa menoleh sedikitpun ke arahku.

Keesokan harinya, sambil mencicipi kopi hitam buatan ibuku. Aku menatap langit,
"Bagaimana cara bertemu denganMu Tuhan? ada seorang hambaMu yang ikhlas ingin bertemu. Apakah harus mati dulu? Apakah harus menunggu hari pengadilanMu?", gumamku dalam hati.

Subuh ini. Aku hanya meratap diatas sajadah kecilku. Sosoknya tak terlihat lagi. Kemarin sore, dia keluar dari rumah sampai sekarang belum kembali. Dia hanya meninggalkan secarik kertas di kasurnya. Tertera tulisan...
"Aku pergi. Aku ingin bertemu Tuhan."

?

:: Dinan ::

  • view 107