Pertanyaan Liar [Prolog]

Dinan
Karya Dinan  Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 13 April 2016
Pertanyaan Liar

Pertanyaan Liar


Cerita Bersambung. Setiap manusia pasti bertanya tentang apa saja dan berusaha mencari jawabannya. Entah dengan jalan yang benar atau sedikit melenceng. Aku bertanya maka aku ada.

Kategori Acak

432 Hak Cipta Terlindungi
Pertanyaan Liar [Prolog]

Pertanyaan Liar [Prolog]

Penulis: Dinan

 

Gerbang terbuka dengan Kehendak-Nya. Tak pernah diriku meminta untuk dilahirkan. Semuanya mewujud begitu saja di hadapanku. Orang tuaku memberiku nama Khairi, yang artinya kebaikan. Nama menyimbolkan harapan, impian dan doa orang tua kepada anaknya. Mereka berharap, bermimpi dan berdoa agar hidupku senantiasa dalam kebaikan, terutama akhlakku. Seiring berjalannya waktu, kutemui banyak misteri dan tabir yang menyelimuti semesta. Awan misteri selalu saja menaungi hatiku. Bertanya dan bertanya hanya itu caranya, sembari berusaha menemukan sedikit jawaban.

Terkadang...  

Aku ingin terlahir sebagai burung gereja. Setiap pagi ia keluar dari sarangnya dengan hati riang. Berkicau sekenanya. Tanpa pernah merisaukan sesuatu yang tak pasti. Tentang rezeki hari ini, tentang pohon rindang di kota yang semakin berkurang atau tentang raja langit yang terlalu 'semangat' siang ini.

Tak Pernahkah burung gereja bertanya walau hanya sekali?

 

Aku ingin terlahir sebagai air. Semua serba niscaya, pasti. Mengalir dari tinggi ke rendah. Ia tak pernah bertanya, protes apalagi menghujat Pencipta. 'Dengar dan Kerjakan'. Dengan ketundukannya itu, ia dijadikan salah satu pondasi penyusun jasad busuk ini. Diagungkan sebagai penyuci jasad. Pengantar jalan menuju kebeningan hati.

Tak Pernahkah air bertanya walau hanya sekali?

 

Aku ingin terlahir sebagai tanah. Aku menginjaknya hampir tiap detik. Membangun rumah dan gedung-gedung yang tinggi di atasnya. Menjadi 'alas' di bumi sekaligus 'alas' tuk bersujud kepada Pencipta. Alkisah, tanah sempat 'meminta' sesuatu yang istimewa kepada Tuhan saat proses penciptaan manusia. Ia meminta 'serpihan' Ilahi agar disandingkan dengannya dalam tubuh manusia. Permintaan itupun dipenuhi oleh Sang Pengasih. Membuat malaikat sedikit cemburu. Diriku terbangun dari tanah yang dikreasikan oleh 'Sang Seniman Maha Kreatif'. 'Kreatifitas-Nya' membuatku tampil elok seperti saat ini.

Tak Pernahkah tanah bertanya walau hanya sekali?

 

Aku ingin terlahir sebagai... Aku ingin terlahir sebagai... Aku ingin terlahir sebagai... Tapi, saat ini aku terlahir sebagai manusia. Manusia? Makhluk yang super misterius. Dianugerahi akal dan hati, tak ada makhluk lain yang memilikinya. Dianugerahi 'sisi binatang' dan 'sisi malaikat' sekaligus, membuatnya tak pernah berhenti bertanya, mengugat bahkan memberontak. Itulah manusia.

 

Sebagaimana manusia lainnya, di sinilah aku, mengajukan pertanyaan liar. Pertanyaan tentang apa saja di kepala dan hatiku. Semoga ada secercah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan liar ini. Agar aku dapat mengetahui hakikat keberadaanku dan membuka sedikit saja 'tabir langit'.

Aku bertanya maka aku ada.

 

*Thumbnail