Ibu

Dinan
Karya Dinan  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 23 Maret 2016
Ibu

Tahun lalu tepat hari ini, yah hari ini. Tanggal 23 Maret 2015, jam 9.15 pagi di kasurmu. Engkau dipanggil oleh pemilik semesta, pemilikmu. Saat akhirmu, engkau berada di pangkuanku. Air mataku tak hentinya mengalir. Bahkan ingusku pun menetes tak terbendung. Kulafalkan syahadat di telinga kananmu. Berulang dan berulang. Berharap napas terakhirmu adalah kalimat tauhid.

Ibu,?

Anakmu kini telah jadi ayah. Cucumu bertambah satu. Seorang putri, kuberi nama Kaira Arsyila Dinan. Artinya, Anak perempuan dari KamaruDIN dan ANugrah yang senantiasa menuju jalan kemakmuran dan kedamaian. Hari ini, ia genap berusia empat bulan.

Ibu,

Aku rindu, sangat rindu; rindu belaianmu, rindu ketegaranmu, rindu kasihmu, rindu kesabaranmu, rindu masakan dan yang utama rindu melihat matamu.

Ibu,

Tak jarang aku menangis, ketika rasa rindu itu tak terbendung. Tapi, hatiku yakin engkau sedang berbahagia di sana, menatap calon hunianmu di surga.

Ibu,

Tak ada lagi pahamu yang menjadi pelipur lara. Kala penak menghimpit, tak jarang aku memohon paha untuk merebahkan kepala, otak dan pikirku. Saat itu, masalah terasa terbang melayang ke langit.

Ibu,

Aku hanya mampu mengirim doa terbaik untukmu. Terima kasih untuk semuanya. Maaf, belum menjadi anak yang berbakti.

Dinan Rindu Ibu

>aku memilih tittip momen di sini yah, bukan di tempat lain. Maaf jika lebay, hanya menumpahkan rasa.

Dilihat 59