Mimpi

Dila Fadilah
Karya Dila Fadilah Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 04 September 2016
Mimpi

Bertemu denganmu adalah suatu hal yang aku impikan sejak lama. Rasanya, ingin sekali melihatmu, menatap matamu yang teduh itu, dan mendengar lelucon dari mulutmu. Ah aku tertawan oleh keindahanmu.

Setiap hari aku berada di sekeliling Kampus, dan setiap hari pula kamu pergi ke kampus. Namun entah apa yang menghalangi pertemuan kita, takdir selalu bisa mencegah kita untuk berjumpa.

Sejujurnya aku merasa iri dengan teman-temanku yang entah itu sengaja ataupun tidak, mereka selalu bertemu denganmu. Aku iri kepada mereka.

“Hari ini aku ketemu Raihan lagi” tutur Diva

Aku terkejut, bagaimana mungkin Diva berkali-kali dapat bertemu denganmu. Sedangkan aku? Sekali pun belum pernah.

“Iyah, tadi ngga sengaja gitu ketemu dia. Dia bareng temen KKN perempuan” tambahnya

Oh!

Aku semakin terkejut. Aku baru sadar bahwa aku sudah terlalu lama tidak berjumpa denganya. Sudah terlalu lama juga aku tidak mendengar kabar tentangnya.

Sejujurnya, aku takut, mungkinkah hari ini sudah ada yang menjadi pendampingnya? Mugkinkah begitu? *Jangan!

Bagaimana aku tidak berpikiran seperti itu? Orang bilang, semuanya bisa terjadi ketika Kuliah Kerja Nyata (KKN). Bagaimana tidak. Orang yang terlibat cinta lokasi di tempat KKN adalah suatu kewajaran. Setiap hari berada di lingkungan yang sama, berbincang bersama, saling mengenal. Apapun bisa terjadi.

Ah! Lupakan.

Aku tidak takut untuk kehilanganmu. Bagaimana mungkin aku takut kehilangan seseorang yang bukan siapa-siapaku? Bagaimana mungkin aku takut kehilangan yang bukan milikku?

Aku hanya takut dirimu kehilangan keistiqomahanmu dalam menjaga hatimu.

Aku tidak peduli kata orang bahwa dirimu adalah lelaki yang sama seperti orang diluaran sana. Lelaki yang mengobral janji. Aku sama sekali tidak peduli akan hal itu.

Satu hal yang selalu aku yakini hingga detik ini adalah dirimu adalah lelaki yang mampu menjaga hatimu, menahan untuk tidak berpacaran dengan siapapun, meski aku tahu dengan kepribadianmu yang baik itu, perempuan mana yang tidak akan jatuh hati kepadamu?!

 

“Aku pernah mencintaimu” tuturnya

“Dulu, aku begitu mencintaimu” tatapan matanya mengunci tubuhku, membuat aku tidak bisa melakukan apapun.

Aku terjebak ke dalam teduh matanya. Aku terperangkap dalam kebaikan hatinya. Dan aku... *Terbangun dari tidurku*

 

Ah! Sial! Hanya mimpi.

Aku terbangun dari mimpi indahku. Duduk dengan tatapan kosong.

Aku tidak percaya bahwa aku dapat bertemu denganmu. Aku dapat mendengar suaramu. Dan aku dapat melihat teduh matamu.

 

Meski hanya sebuah mimpi

Meski hanya bunga di tidurku

Aku berterima kasih karena kamu hadir dalam mimpiku.

 

 

Bandung || 4 September 2016

©Dila Fadilah

  • view 190