Dia Tak hanya Pahlawan Negara tapi juga bagi ku

Dika Riyanti
Karya Dika Riyanti Kategori Inspiratif
dipublikasikan 04 November 2016
Dia Tak hanya Pahlawan Negara tapi juga bagi ku

Dia adalah pria asal Yogyakarta yang lahir tepat pada juli 1930. Muchdi namanya dia merupakan purnawirawan dan juga beruntungnya ia adalah kakek ku. Pria teman hidup ku yang selalu bersama ku  sejak usia ku 5 tahun. Aku bukan tak punya orang tua, mereka ada disamping ku. Namun pria tua ini lah yang setia menemani ku hingga akhir hayatnya. Pada saat usia ku beranjak 5 tahun , tepat saat moneter 1998. Kejadian itu pun berdampak pada bisnis yang dibangun oleh orang tua q. Akhirnya beliau meminta kami untuk tinggal bersamanya , agar kebutuhan kami dapat terpenuhi , maka tinggal lah ayah ku dikota tempat kami tinggal dulu dengan mengelola toko sepatu kecil. 

Sejak saat ini kami tinggal berempat, aku , ibu ku, kakek dan nenek. Ayah hanya pulang sesekali untuk menjenguk kami. Sejak saat itulah aku lebih dekat dengan Pria itu yang biasa ku panggil Mbah. Dari Mbah lah aku banyak belajar dan juga mendapatkan kasih sayang . Hingga akhiry di tahun 2007 tuhan mengambil mereka semua nenek, dan orang tua ku. Meski ditahun yang sama namun nenek meninggal 5 bulan sebelum orang tua ku. Dikarenakan beliau sakit. Sedangkan orang tua ku harus meregang nyawa diperjalanan saat menuju kerumah. Menangis , pasti terkejut itu juga , marah pada tuhan, hal itu juga aku lakukan. Aku yang notabene anak tunggal merasa hidup ku akan hancur karena kehilangan semua orang yang menyayangi ku. Disaat itu lah Mbah merangkul ku , menangis memeluk ku yang lemah dan ia juga tak kuasa menahan tangis karena kehilangan anak perempuannya.

Sejak saat itu lah, hidup ku, kenangan ku , semua ku lalui bersama nya hingga ia mengembus kan nafas terakhirnya tepat dua minggu setelah aku wisuda . Yah Selasa, 17 November 2015. Waktu yang akan selalu ku ingat. Waktu yang selalu aku pertanyakan , "" Kenapa air mata ku tak mengalir deras"".

Banyak hal yang ku hadapi selama ini, yang mungkin tak sanggup untuk ku cerita kan . Namun yang pasti ia selalu menguatkanku dan emngingatkan ku bahwa hidup harus kuat, Karena aku tak memiliki siapapun yang setia, kecuali tuhan. 

Terima kasih mbah, sudah menjaga ku selama ini, sudah melindungi orang - orang yang selalu menyakitiku, sudah mengajarkan ku untuk kuat atas ombak menghadang dan mengajarkan ku berbelas kasih. Terima kasih untuk mu pahlawan ku. Si mbah ku tersayang

  • view 135