Jangankan Hatiku , Leher ku pun Sakit

Dika Riyanti
Karya Dika Riyanti Kategori Inspiratif
dipublikasikan 26 Oktober 2016
Jangankan Hatiku , Leher ku pun Sakit

Pembicaran beberapa hari lalu , antara lala dan sahabat – sahabatnya menjadi beban tersendiri bagi lala. Bukan ia tak mau, bukan juga tak membutuhkan. Memutuskan untuk kembali bersama Andi , pria yang 9 tahun lalu pernah menghiasi hari – hari lala. Baginya ini bukan masalah  yang mudah untuk diputuskan  , mengingat mereka sudah tak anak – anak lagi. Tahun ini adalah tahun bagi lala untuk memutuskan kembali menjalin hubungan dengan seorang pria. Tapi masalahnya , apakah ia harus kembali dengan pria masa lalunya itu , tidakkah bisa ia menemukan seseorang yang baru. Bukan karena ia ingin menemukan pria yang baru dalam hidunya seperti yang disangsikan teman – temannya , melainkan sangat sulit baginya untuk kembali bersama andi.

Jika lala merunut kejadian 9 tahun lalu, rasanya tak ada sesuatu hal yang benar – benar sangat indah baginya bersama andi yang bisa untuk dikenang. Bukan karena andi tak baik, lala tau andi sangat baik. Bukan juga karena andi tak setia, ia sangat setia. Tapi memang ada beberapa hal yang sangat dibutuhkan lala tak ia dapatkan bersama andi . Tentu semua wanita akan mengerti apa yang paling diinginkan wanita dari pasangannya melebihi materi.

Memutuskan kembali bersama andi , bagi lala juga sangat tak pantas. Mengingat lala juga menorehkan luka masa lalu yang dalam bagi andi. Tapi, lagi  dan lagi desakan dari orang – orang disekelilingnya membuatnya harus berfikir keras. Seperti apa yang dikatakan sahabat karib andi “ Kurang apalagi teman ku coba, udah baik, setia, gagah, gak neko – neko, cinta ama mu, udah punya rumah sendiri, punya bisnis , punya mobil,,,, apalagi yang dicari kurangnya,,,, “ bla...bla...bla. Tak dipungkiri , rasa geram muncul dihati lala, namun ia sulit untuk menjelaskan kepada sahabat – sahabatnya itu. Bagi mereka , ini adalah jalan terbaik bagi lala, selain bisa hidup bersama orang yang mencintainya dan mapan , tapi ini juga cara bagi lala untuk menebus kesalahan dan mengobati luka andi di masa lalu.

Tidak mungkin, tidakkkkk. Itulah selalu yang terfikirkan oleh lala. Untuk menyakinkan kan keputusannya ini. Lala pun melakukan sebuah penelitian , untuk melihat bagaimana andi sekarang. Lala pun mencoba untuk lebih agresif dan intensif menghubungi andi,,,,, Sebenarnya  semenjak 9 tahun yang lalu , setelah andi dan lala berpisah , takdir mereka tak benar- benar berpisah. Lala menamainya  takdir yang lucu

Bagaimana tidak, setelah putus dengan andi. 1 tahun kemudian takdir lal bertemu andi kembali pun terjadi.  Buk Ratna, guru bahasa indonesia lala, sekaligus guru kesayangan lala. Lama – kelamaan diketahui ada lah tantenya andi. Itu bermula ketika lala dan buk ratna ngobrol bersama dan buk ratna menanyakan almamater sekolah lala yang dulu. Buk ratna pun mengatakan memiliki keponakan yang juga lulusan si tempat almamater lala. Sejujurnya lala, hanya ingin diam saja dan tak mengatakan bahwa ia pernah punya hubungan dengan keponakan gurunya itu. Namun sahabat lala, Ane yang mengatakan kepada buk ratna tanpa sepengetahuan lala. Takdir ini pun berlnjut ketika pesta pernikahan buk lala dirumah andi.

Beberapa tahun kemudian pun setelah lala pindah daerah, takdir unik itu kembali terjadi, ada seorang pria yang mendekati lala, dan pria itu begitu mencurahkan perhatianya untuk lala. Namun berjalan waktu, lala pun mengetahui jika pria itu ternyata adalah oom andi. Lala dan pria itu sama – sama terkejut dengan takdir ini, pria itu terkejut mengetahui lala adalah mantan kekasih keponakanya itu, apalagi lala. Dan lala pun memutuskan untuk tidak lagi menjalin hubungan dengan oomnya andi. Kembali ke permasalahan lala tadi, setelah beberapa hari ia menjalin komunikasi yang intensif dibandingkan biasanya akhirnya lala bisa mengambil keputusan.

Tidak mungkin aku bisa kembali padamu , itulah yang lala ucapkan ke andi. Bagi lala, 9 tahun mereka tumbuh pun tak benar – benar  membuat andi dewasa dan mengerti apa yang diinginkan wanita. Andi masih saja seperti yang dulu , ditambah lagi dengan situasi mereka saat ini. Bagi lala itu hanya akan menyakiti mereka berdua. Bagi lala , untuk menoleh ke andi dan merengkuh tanganya benar – benar sulit dan hanya akan melukai.

Maaf andi,,,,Rasanya aku memang tak bisa kembali bersamamu

Apalagi untuk hidup bersama mu ,Jangankan hatiku yang akan sakit

Leherku pun akan terus sakit jika terus menoleh kepadamu

Jika memang kita tetap ditakdirkan bersama. Biarkan kan tuhan yang membawa mu kepadaku. Tapi jika harus ku memilih, kukatakan tidak untuk kembali

 

  • view 185