Mencintai Tuhan lewat adinda

Didin Anandi
Karya Didin Anandi Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 10 November 2016
Mencintai Tuhan lewat adinda

Biarkan aku mengagumi dalam kata, karena hanya dengan itu satu2nya cara aku dapat jujur.

Tak peduli kau sadar atau tidak, kuanggap ini sebagai tafakur terhadap Tuhan, betapa indahnya Tuhan, karena bagiku Tuhan bukanlah Yang Maha Indah, melainkan Keindahan Yang Maharaja itulah Tuhan.

Semakin mengagumimu maka aku semakin kagum terhadap Tuhan, semakin aku mengingatmu maka semakin sering aku berdzikir untuk Tuhan.

Aku mulai lelah mencari2 alasan untuk tidak kagum kepadamu, semakin aku mencari kekuranganmu, justru kelebihanmu yang terus muncul difikiranku, aku selalu berusaha untuk lupa dan tidak memikirkanmu namun itu hanya membuatku semakin hebat & terus memikirkanmu, ketika aku berusaha memikirkan wanita lain agar kekagumanku beralih ke wanita lain, justru fitroh itu semakin kuat datang, menghujam, mengoyak perasaanku sampai terkoyak seterkoyak - koyaknya.

Aku selalu menghitung2mu, kecantikan parasmu dengan wanita lain, kau memang tak begitu ada apa2nya, sikapmu bahkan tak lebih baik dengan kawan main wanitaku sendiri, tapi kalkulasi itu tak berpengaruh apa2, justru perasaan itu semakin menguat, semakin aku mencari celahmu dan mencari kekuranganmu, justru kekuranganmu yang membuatku semakin tergila2, kau seperti tukang sihir, membuatku menjadi sakit tapi mati rasa.

Mungkinkah ini yang sebenarnya fitroh? Seperti ketika mencari kelemahan Tuhan yang tak pernah didapat, ini bukan bentuk kalkulasi yang dapat ditegaskan dengan alasan, karena mencintaimu tak bisa dikalkulasi, dan memang sebenar2nya cinta bukanlah kalkulasi bukan? Karena kita hanya bermain ego & ambisi ketika mengharapkan atau menginginkan sesuatu sebab alasan ataupun hitung2an semisal parasnya cantik, senyumnya menawan, ataupun sikapnya yang dermawan. Sungguh ketika itu alasanku mengagumimu, kekuranganmu jauh lebih banyak dari sekadar itu.

Hanya saja, entah kenapa ketika dekatmu denganku frekuensinya semakin meninggi & aku tak tau alasannya, akupun tak pernah dengan sengaja memikirkanmu.

Janganlah khawatir dengan semua ini, karena aku akan terus mencari keburukan serta kekuranganmu, & berusaha untuk tidak mencintaimu, karena dengan cara itu aku semakin mengenal Tuhan.

  • view 203