Rohingya Bukan Rohingno

Dicky Armando
Karya Dicky Armando Kategori Renungan
dipublikasikan 09 September 2017
Rohingya Bukan Rohingno

Salat Jumat kemarin mungkin ibadah paling khusyuk yang pernah saya alami, karena tiba-tiba saja saya teringat kaum Rohingya yang mungkin sekarang belum tentu bisa menjalankan peribadatan dengan aman dan nyaman. Bisa jadi azan pun tak mengudara di tempat mereka. Maka, azan salat Jumat kala itu terdengar sangat merdu di telinga saya.
 
Dengan latar belakang seperti itu, saya merasa beruntung masih bisa duduk dan beribadah di masjid (apalagi sekarang banyak masjid dipasangi pendingin udara). Betapa saya rasakan bahwa selama ini banyak karunia Tuhan yang terlupakan.
 
Seandainya saya bagian dari kaum Rohingnya, sudah jelas kepala saya menjadi yang paling pertama diinjak oleh tentara Myanmar. Mereka pasti risi memandang wajah saya yang susah senyum, pakai kopiah, dan berbaju koko, sepintas--bagi mereka--mungkin saya terlihat layaknya santri gagal yang sering bolos sekolah.
 
Setelah selesai salat Jumat, saya makan di kantin kantor. Alhamdulillah, makanan yang tersedia selalu enak. Ketika suapan pertama, tangan saya terhenti. Terbayang lagi sosok-sosok kaum Rohingnya yang sedang dikejar-kejar militer Myanmar dengan alasan entah apa.
 
Nanti kalau saya bilang, "Mereka dikejar-kejar karena mereka muslim."
 
Pasti ada yang kontra dengan pernyataan tersebut, lalu membalas, "Ini bukan tentang agama, tapi kemanusiaan!"
 
Ujung-ujungnya berdebat tak jelas.
 
Tapi kalau memang masalah kemanusiaan, mengapa penasihat keamanan Myanmar--Thaung Tun--mengaku sedang bernegoisasi dengan sejumlah negara agar memblokir upaya Dewan Keamanan PBB yang bermaksud mengkritik kekerasan terhadap etnis Muslim Rohingnya di Rakhine? Aneh, bukan?
 
Tapi seperti inilah dunia sekarang, saya pikir kekacauan di setiap negara mungkin ujung pangkalnya hanya satu: poliTIKUS gila.

----

Alam Pikiran, 9 September 2017
Dicky Armando 

Sumber bacaan: 

- Samosir, Hanna Azarya. "Myanmar Lobi China-Rusia Blokir Kritik DK PBB soal Rohingya". Cnnindonesia(dot)com. 7 September 2017. Web. 9 September 2017. 

Sumber foto: Pixabay.com 

  • view 50