Hon Da Grand

Dicky Armando
Karya Dicky Armando Kategori Puisi
dipublikasikan 21 Juni 2017
Hon Da Grand

“Motor ini sudah sekarat,” katamu.

 

Sama sepertimu, benda tersebut telah lama dimakan waktu.

Dan karat-karat itu sama sepertiku: tak punya malu.

 

“Biar kujual saja!”

 

Ayah tersenyum simpul,

lalu menggeleng keras layaknya rakyat yang ditikam penguasa.

 

“Jangan. Ini adalah jembatan untuk kembali ke masa lalu,” pungkasnya.

 

Di matanya yang kelabu, banyak kenangan tersimpan.

 ----

Pontianak, 20 Juni 2017

Dicky Armando

 

Sumber foto: Pixabay.com 

  • view 47