Mulut dan Pikiran Tanpa Filter

Dicky Armando
Karya Dicky Armando Kategori Politik
dipublikasikan 18 Juni 2017
Mulut dan Pikiran Tanpa Filter

Rasanya sudah basi jika harus membahas “bapak yang masuk penjara” itu. Namun, ketika saya mengamati tulisan-tulisan di internet maupun opini di dunia nyata, maka saya menyimpulkan 2 hal:

  • Sebagian orang menganggap umat Islam membenci etnis dari “si bapak yang masuk penjara”.
  • Sebagian orang menganggap umat Islam membenci agama yang dianut si “bapak yang masuk penjara”.

Pendapat-pendapat tersebut sangat menyesatkan, fungsinya untuk mengaburkan inti masalah sesungguhnya: PENGGUNAAN AYAT SUCI ALQURAN OLEH SESEORANG YANG BUKAN MUSLIM, TIDAK MEMAHAMI ISLAM, DAN MENGGUNAKAN AYAT TERSEBUT DENGAN TIDAK PANTAS, SEHINGGA MASUK DALAM KATEGORI PENISTAAN/PENGHINAAN.

Saya sebagai seorang muslim, jelas-jelas merasa tersakiti oleh perkataan “bapak yang masuk penjara” itu. Tapi hal tersebut tidak membuat saya membenci orang lain yang berbeda etnis dan agama dengan saya. Intinya adalah fokus dan lebih cermat menganalisis pokok masalah agar tak mudah dihasut.

Saat itu, karena lambatnya proses hukum terhadap “bapak yang masuk penjara”, membuat umat Islam dari seluruh penjuru tanah air bersatu, menyampaikan aspirasinya dengan cara yang sah berdasarkan undang-undang: demonstrasi.

Massa yang begitu masif, ditambah dugaan makar yang belum jelas asal-usulnya membuat 2 opini sesat yang telah disebutkan sebelumnya semakin berkembang.

Umat Islam dianggap anti Pancasila, anti toleransi, dan menganut paham rasialisme. Menurut sudut pandang saya, isu-isu tersebut merupakan cikal bakal semboyan berbau “persatuan” yang secara tidak langsung menyudutkan umat Islam. Sementara mereka yang melakukannya tidak paham pokok permasalahannya, dan tidak memahami betapa Islam mengajarkan toleransi yang luar biasa.

Kita ulangi pokok permasalahannya: PENGGUNAAN AYAT SUCI ALQURAN OLEH SESEORANG YANG BUKAN MUSLIM, TIDAK MEMAHAMI ISLAM, DAN MENGGUNAKAN AYAT TERSEBUT DENGAN TIDAK PANTAS, SEHINGGA MASUK DALAM KATEGORI PENISTAAN/PENGHINAAN.

Bukan karena membenci AGAMA DAN ETNIS SI “BAPAK YANG MASUK PENJARA”.

Jelas, bukan?

Saya merasa perlu menuliskan hal-hal di atas, karena sebagai warga negara yang baik, harus mencegah perpecahan bangsa, dan bahwa warga negara Indonesia harus menyadari siapa sebenarnya musuh kita semua.

---

Pontianak, 18 Juni 2017

Dicky Armando

 

Sumber foto: Pixabay.com 

Dilihat 39