Saya Sedang Iseng, Bukan Menghujat

Dicky Armando
Karya Dicky Armando Kategori Lainnya
dipublikasikan 27 Mei 2017
Saya Sedang Iseng, Bukan Menghujat

Si A berkata, "Kewarganegaraan saya warisan, nama saya warisan, dan agama saya juga warisan."
 
"Ketika dewasa, Anda bebas memilih, silakan. Jadi tak perlu mengeskploitasi kata 'warisan' yang seakan-akan menjadi 'senjata' andalan Anda sebagai pembenaran." jawab saya.
 
Si A berkata, "Sejak masih bayi saya didoktrin bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar."
 
"Tidak mungkin, ketika masih bayi--Anda belum paham kalimat apa pun," jawab saya.
 
Si A berkata, "Untungnya, saya belum pernah bersitegang dengan orang-orang yang memiliki warisan berbeda-beda karena saya tahu bahwa mereka juga tidak bisa memilih apa yang akan mereka terima sebagai warisan dari orangtua dan negara."
 
"Wah ... saya mengucapkan selamat! Anda hebat sekali! Dengan yang berbeda warisan--belum pernah bersitegang, dengan orang yang memiliki 'warisan' yang sama--Anda sudah bersitegang. Anda lucu," jawab saya.
 
Si A berkata, "Jalaluddin Rumi mengatakan: 'Kebenaran adalah selembar cermin di tangan Tuhan; jatuh dan pecah berkeping-keping. Setiap orang memungut kepingan itu,
memperhatikannya, lalu berpikir telah memiliki kebenaran secara utuh'."
 
"Maka berpegang teguhlah kepada yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus," jawab saya. (Alquran, surah Az-zukhruf, ayat 43)
 
Si A berkata, "Mereka juga tidak butuh pembuktian, namanya saja 'iman'. Manusia memang berhak menyampaikan ayat-ayat Tuhan, tapi jangan sesekali mencoba jadi Tuhan."
 
"Yang mencoba jadi Tuhan itu, kalau tidak salah namanya Firaun, seorang raja di Mesir," jawab saya.
 
Si A berkata, "Dalam perspektif Pancasila, setiap pemeluk agama bebas meyakini dan menjalankan ajaran agamanya, tapi mereka tak berhak memaksakan sudut pandang dan ajaran agamanya untuk ditempatkan sebagai tolok ukur penilaian terhadap pemeluk agama lain hanya karena merasa paling benar, umat agama X tidak berhak mengintervensi kebijakan suatu negara yang terdiri dari bermacam keyakinan."
 
"Coba sebutkan, umat agama apa yang merasa paling benar?" tanya saya.
 
Dia diam, antara tak mau menjawab, atau tak berani menjawab.
---
Pontianak, 27 Mei 2017 
Dicky Armando
 
Sumber foto: Pixabay.com

  • view 97